Inilah Wanita Pertama Kali Yang Masuh Surga

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Suatu saat, Siti Fatimah dilanda penasaran. Siapakah wanita yang pertama kali akan masuk surga ? Setelah tahu jawabannya, dia semakin penasaran. Wanita itu adalah Muti'ah karena dia sangat patuh dan berbakti kepada suaminya.

Ilustrasi Wanita Yang Pertama Kali Masuk Surga ( Foto @U-Report )

Suatu hari, karena segera ingin mengetahui siapakah wanita itu, Siti Fatimah pun mencari seorangw anita yang bernama Muti'ah itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu masuk surga untuk pertama kali.

Setelah bertanya pada beberapa orang, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti'ah. Siti Fatimah pun memutuskan untuk bersilaturahim ke rumah wanita itu. Ia ingin melihat lebih dekat bagaimana kehidupan Muti'ah.

Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Siti Fatimah akhirnya mengetuk pintu.

"Di luar, siapa ?" ucap Muti'ah tidak membukakan pintu.

"Saya Fatimah, putri Rasulullah," jawab Fatimah

"Og, iya. Ada keperluan apa ?"

"Saya hanya berkunjung saja."

"Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya ?"

"Saya bersama dengan anak saya, Hasan ?"

"Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki - laki."

"Tetapi Hasan masih anak - anak."

"Walaupun anak - anak, dia lelaki juga kan ? Maafkan saya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya."

"Baiklah, " kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

MENCARI RAHASIA

Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti'ah. Selain mengajak Hasan, ternyat Jusein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut pula. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti'ah. Terjadilah dialog seperti kemarin.

"Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan." ucap Muti'ah."

"Tetapi maaf, Muti'ah Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga," ucap Fatimah meminta izin.

"Dia perempuan ?"

"Bukan, dia lelaki."

"Maaf Fatimah, saya belum memintakan izin bagi Husein," jawab Muti'ah

"Tetapi dia juga masih anak - anak."

"Walaupun anak - anak, dia juga lelaki. Sekali lagi maafkan saya. Kembalilah esok."

"Baiklah" Kembali Siti Fatimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkenankan masuk surga pertama kali.

Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Muti'ah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya.

Menurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti'ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. ia melakukan salat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Setelah lama berbincang, akhirnya, Muti'ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

"Maaf Fatimah, saya harus ke ladang."

"Ada keperluan apa ?"

"Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya."

MEMBAWA CAMBUK

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti'ah yang disebut - sebut sebagai makanan untuk siaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti'ah juga membawa sebuah cambuk.

"Untuk apa cambuk ini, Muti'ah ?" Ucap Fatimah penasaran.

"Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu."

Fatimah benar - benar penasaran. "Ceritakanlah padaku."

"Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun, disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya senang atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku rida dengan diriku. dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun rida atas diriku. Dan aku pun rida atas dirinya."

"MasyaAllah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti'ah ?"

"Saya hanya memerlukan keridaannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami rida kepada istrinya."

"Ya, ternyata inilah rahasia itu," ucap Fatimah pada dirinya sendiri.

"Rahasia apa Fatimah ?" Muti'ah juga penasaran.

"Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara - gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang soleh." jelas Fatimah. Ternyata sikap bakti dan patuhnya pada suami, itulah yang membuat Muti'ah terpilih menjadi wanita yang pertama masuk surga.