Puasa Syawal Bagi Muslimah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Setelah Ramadan, ada ibadah yang nilainya luar biasa, yakni puasa sunah Syawal. Pahalanya, seperti puasa setahuun. Tapi, bagi muslimah yang sudah bersuami tentu harus izin suami agar tetap berpahala.

Wanita Muslimah ( Foto @u-report )

Salah satu puasa yang dianjurkan / disunahkan setelah berpuasa di bulan Ramadan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh," (HR Muslim).

Dari Tsauban, Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh lipatnya," (HR Ibnu Majah).

IZIN SUAMI

Tapi, khusus bagi muslimah tentu harus izin suami. Ini termasuk ibadah sunah, sementara taat perintah suami adalah kewajiban.

Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda : "Tidak diperbolehkan wanita berpuasa satu hari pun, ketika suaminya menyaksikannya, kecuali bila diizinkan oleh suaminya itu," (HR Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Tapi, jika penjelasan kita baik dan santun serta suami kita saleh, insya Allah akan dengan senang hati memberikan izin.

SETELAH IDUL FITRI

Puasa Syawal tentu saja di lakukan setelah Idul Fitri, tidak boleh dilakukan di Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berdasarkan larangan Rasulullah Saw yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab, beliau berkata, "Ini adalah dua hari raya yang Rasulullah melarang berpuasa di hari tersebut : Hari Raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa dan hari lainnya tatkala kalian makan daging korban kalian (Idul Adha)," Muttafaq 'alaih).

BOLEH DIACAK

Mungkin banyak yang bertanya, apa harus berturut - turut mulai tanggal 2-7 Syawal ? Imam Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim : "Afdhalnya (lebih utama) adalah berpuasa enam hari berturut - turut langsung setelah Idul Fitri. Namun, jika ada orang yang berpuasa Syawal dengan tidak berturut - turut atau berpuasa di akhir - akhir bulan, maka dia masih mendapatkan keutamaan puasa Syawal."

Bagaimana kalau mempunyai tanggungan puasa (Qada) ? Tentu saja lebih baik mendahulukan puasa qada. Sebab, mendahulukan sesuatu yang wajib daripada sunah itu lebih melepaskan diri dari beban kewajiban.

Nah, Itu dia mengenai Puasa Syawal Bagi Muslimah, Jika dirasa postingan ini bermanfaat jangan lupa ya sobat Ceramah Bersama untuk membagikan postingan ini ke yang lainnya.