Mayat Pemimpin Zalim Berlumur Najis

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Nauzubillah, karena ulahnya semasa hidupnya yang zalim pada orang lain, salah seorang warga Mojokerto, sebut saja namanya Rudi, akhirnya meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan.

Ilustrasi Pemimpin Zalim ( Foto @U-Report )

Siang itu, warga salah satu desa di Mojokerto tampak berduyun - duyun mendatangi rumah Rudi. Pasalnya, laki - laki yang pernah menjadi kepala desa tersebut tubuhnya telah ditemukan kaku di bawah tempat tidurnya dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Warga pun berdatangan ingin melayat ke rumah Rudi, namun setibanya di sana, mereka tampak meringis melihat pemandangan jenazah Rudi yang tampak mengenaskan. Betapa tidak, tubuhnya yang sudah tampak kurus kering tergeletak di lantai di bawah tempat tidurnya, dalam keadaan basah oleh air kencingnya sendiri.

Di samping itu bau tak sedap pun keluar menyeruak dari tubuh Rudi sehingga banyak warga yang enggan mendekati jenazah Rudi karena tak tahan dengan bau tak sedap tersebut. "Seperti bau kencing campur sampah, sangat menyengat di hidung," tutur Kusman, salah satu tetangga Rudi. Namun, walaupun demikian, warga tetap melakukan kewajibannya untuk mengurus jenazah Rudi, walaupun mereka semua nyaris memakain penutup hidung karena tak tahan dengan bau yang keluar dari jenazah Rudi.

Ketika diangkat dari lantai, jenazah Rudi tampak lembap. Hampir di setiap sela - sela tubuhnya meneteskan air yang sangat bau. ditambah lagi kulitnya yang tampak seperti melepuh dan wajahnya sudah tidak berbentuk lagi karena banyak luka di sekujur tubuhnya. "Kami tidak tahu ia terkena penyakit apa," terang Kusman.

Sementara warga yang lainnya hanya menatap jenazah Rudi yang dimandikan, dikafani, dan dishalati oleh beberapa warga dan keluarga Rudi sembari menutup hidung mereka. dan Bahkan, sebagian mereka tak berani mendekati tubuh Rudi karena tak tahan dengan baju dan tubuhnya yang seperti mengelupas.

SIKSAAN DUNIA

Sebelum meninggal dunia, Rudi memang sudah menderita sakit yang cukup parah, bahkan sebagian tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan lagi. Rudi menderita penyakit tersebut beberapa saat setelah ia turun dari jabatannya sebagai kepala desa dan hartanya nyaris habis buat mengobati pengakitnya, namun ia tak kunjung sembuh - sembuh juga.

Penyakit tersebut awalnya bermula dari demam biasa, namun lama kelamaan penyakitnya terus memburuk, dan sedikit demi sedikit tubuhnya pun mulai mati rasa dan susah digerakkan. Sehingga, otomatis Rudi hanya bisa terbaring dalam tempat tidurnya.

Berselang beberapa saat kemudian, tubuh Rudi tiba - tiba tampak seperti melepuh, di beberapa bagian tubuhnya tampak lebam seperti dipukul, kemudian membengkak lalu menetes mengeluarkan air bercampur darah dan bau yang sangat busuk.

Karena penyakit itulah, Rudi hanya bisa mengerang kesakitan. "Aduh..., sakit...!" ucap Rudi ketika itu. Dia hanya bisa mengeluh, tanpa bisa berbuat apa - apa, bahkan kedua matanya pun nyaris tak bisa ia buka karena bengkak. "Kalau ia menggerakkan matanya, katanya rasanya sangat sakit karena tepat di kelopak matanya itu bengkak," terang Kusman.

Ketika malam hari tiba, warga tampak terlelap dalam tidurnya, namun hal itu tidak bisa dirasakan oleh Rudi. Setiap malam dia merasakan sakit yang luar biasa di seluruh tubuhnya sehingga ia hanya bisa mengerang saja. Bahkan, sesekali ia berteriak - teriak karena tidak tahan dengan rasa sakit yang ia derita.

Semakin hari kondisi Rudi semakin memburuk dan tak ada tanda - tanda kalau penyakitnya akan sembuh, bahkan seluruh tubuhnya nyaris sudah tidak bisa bergerak dan bahkan bicara pun ia sudah tidak bisa. yang keluar dari mulutnya hanyalah suara erangan darn jeritan kesakitan. Semua aktivitasnya hanya terbaring di tempat tidur saja sehingga tempat tidurnya penuh dengan air kencingnya sendiri.

"Kasurnya itu basah dengan air kencingnya sendiri karena dia sudah tidak bisa berbicara, jadi tak ada orang yang tahu kapan ia kencing dan buang air besar," terang Kusman. Kondisi tersebut terus berlangsung hingga akhirnya Rudi meninggal dunia dengan cara yang mengenaskan.

PEMIMPIN ZALIM

Di sisi yang lain, peristiwa yang menimpa Rudi ternyata memberikan pelajaran kepada warga sekitar. Pasalnya, selama hidupnya, Rudi memang kerap kali berperilaku zalim kepada orang lain sehingga mengalami penderitaan yang cukup berat ketika ia hendak meninggal dunia. "Ya, itu mungkin balasan atas perilakunya selama ini,"terang Kusman.

Perilaku Rudi semakin menjadi - jadi ketika ia menjabat sebagai kepala Desa. Selama masa kepemimpinannya itulah Rudi tak pernah menyampaikan hak - hak rakyat yang dipimpinnya. Bahkan, banyak bantuan dari Pemerintah yang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri.

Menurut penuturan beberapa warga, hampir semua harta kekayaan Rudi didapat ketika ia menjabat sebagai kepala Desa. "Jadi, ketika ia menjabat sebagai kepala desa, ia mampu membeli mobil, memperbaiki rumah, dan lain sebagainya, padahal berapa besarnya gaji kepala desa," ucap Kusman.

Tidak hanya itu, beberapa warga juga kerap kali menjadi korban penindasan dan pemerasan oleh Rudi, setiap warga yang menginginkan tanda tangan Rusi untuk urusan administrasi, mereka harus menyerahkan sejumlah uang kepadanya. "Kalau tidak bayar ya tidak dilayani olehnya (Rudi). Misalnya pingin buat KTP, Kartu Keluarga, bahkan urusan pernikahan saja harus bayar sama dia," tutur Kusman.

Karena kepemimpinannya yang demikian itulah, pada periode selanjutnya ia tidak terpilih lagi, walaupun Rudi sudah mencalonkan dirinya sehingga akhirnya ia pun menderita banyak utang dimana - mana yang digunakan sebagai biaya kampanye agar ia terpilih kembali menjadi kepala desa, tapi keinginannya tersebut tak bisa tercapai.

Karena menderita kekalahan dan utangnya yang menumpuk itulah akhirnya kondisi Rudi ambruk dan dia jatuh sakit hingga kurang lebih dua tahun. Dia pun meninggal dunia dengan menyisakan hutang dimana - man dan belum sempat minta maaf.
Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam; "Barang siapa merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan baginya surga," maka salah seorang bertanya, "Meskipun sedikit, wahai Rasulullah ?" Rasulullah menjawab," Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi (Siwak)". ( HR MUSLIM).
Nah, Jangan sekali - kali merampas hak seorang Muslim yang sobat, yuk dibantu dishare ke yang lainnya ya postingan ini, semoga kisah dari Rudi ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Amin