Pria Munafik Yang Akhirnya Bertobat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Hanya karena ingin diangkat menjadi pengurus masjid, Malik bin Dinar berpura - pura beribadah di masjid selama satu tahun. Suatu hari Allah mengingatkannya dan ia pun bertobat. hari itu, ia khusyuk dan pasrah beribadha hanya untuk Allah. Karena tobatnya itu, Allah pun mengabulkan keinginannya.

Ilustrasi ( Foto @Ceramah Bersama )

Malik bin Dinar adalah seorang laki - laki yang sangat tampan, gemar bersenang-senang, dan memiliki harta kekayaan yang berlimpah. Ia tinggal di daerah Damaskus, tempat golongan Mu'aqiyah telah membangun sebuah masjid yang besar dan mewah.

Malik ingin sekali diangkat sebagai pengurus masjid tersebut. Pada waktu itu salah seorang yang menjadi pengurus masjid adalah jabatan yang terpandang.

Maka pergilah ia ke masjid tersebut. Di pojok ruangan masjid dibentangkannya sajadah dan di situlah selama setahun penuh ia melakukan ibadah sambil berharap agar setiap orang yang melihatnya berpikir bahwa ia sedang melakukan shalat.

"Alangkah munafiknya aku ini," ia selalu mencerca dirinya sendiri karena berpura-pura shalat demi menjadi seorang pengurus masjid. Padahal ketika hari telah malam, Malik ke luar masjid itu dan pergi bersenang-senang.

MASJID RETAK

Setahun telah berlalu. Pada suatu malam, ketika ia sedang asyik menikmati musik, sementara teman-temannya telah tertidur, tiba-tba saja dari kecapi yang sedang ia mainkan terdengar suara, "Hai Malik, mengapa engkau belum juga bertobat ?"

Mendengar kata-kata yang sangat menggetarkan hati ini, Malik segera saja melemparkan kecapinya dan berlari menuju masjid.

Di dalam masjid ia berbicara kepada dirinya sendiri, "Selama setahun penuh aku menyembah Allah secara munafik. Bukankah lebih baik aku menyembah Allah dengan sepenuh hati ? Aku malu. Apa yang harus aku lakukan ? Seandainya orang-orang hendak mengangkatku sebagai pengurus masjid, aku tidak akan menerimanya. Akhirnya Malik melakukan ibadah dengan khusyuk kepada Allah. Pada malam itulah untuk pertama kalinya ia shalat dengan penuh keikhlasan.

Pada keesokan harinya, seperti biasa orang-orang berkumpul di depan masjid. "Hai, lihatlah dinding masjid telah retak-retak," kata mereka.

"Kita harus mengangkat seorang pengawas untuk memperbaiki masjid ini," imbuhnya

KHUSYUK BERIBADAH

Maka mereka sepakat, yang paling tepat menjadi pengawas masjid adalah Malik. Segera mereka mendatangi Malik yang ketika itu sedang shalat. Sementara begitu khusyuknya, Malik tidak tahu jika beberapa orang sedang menunggunya.

Begitu shalat Malik selesai, mereka berkata, "Kami datang untuk memintamu agar sudi menerima pengangkatan kami ini."

"Ya Allah..." seru Malik karena terkejut.

"Selama setahun penuh aku menyembah-Mu secara munafik dan tak ada seorang pun yang memandang diriku. Kini setelah aku berikan jiwaku kepada-Mu dan bertekad bahwa aku tidak menginginkan pengangkatan atas diriku, Engkau malah menyuruh dua puluh orang menghadapku untuk mengalungkan tugas tersebut ke leherku. Demi Kebesaran-Mu, aku tidak menginginkan pengangkatan atas diriku ini."

Malik berlari meninggalkan masjid itu kemudian menyibukkan diri untuk beribadah kepada Allah dan menjalani hidup prihatin serta penuh disiplin. Ia menjadi seorang yang terhormat dan saleh.