Istiqomah Puasa Sunah, Wafat Saat Berzikir

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Wajah renta itu terlihat cerah. Tiada kepucatan sedikit pun selayaknya orang yang menghadapi kematian. Tubuhnya bersih dan wangi, pakaiannya lengkap mengenakan sarung, baju koko dan peci. H Ahmad wafat saat berzikir di musala usai shalat Duhur.

Ilustrasi

Setiap kita, tentu ingin menghadap Allah SWT dengan baik dan husnul khatimah. Namun, kematian yang seperti itu tentu hanya bagi hamba - hamba Allah yang kinasih atau tercinta.

Kita akan belajar dan mengambil hikmah dari wafatnya H Ahmad (60). Sebab, wafatnya pria lanjut usia yang biasa disapa Pak Haji ini diawali tanda - tanda yang mengagumkan. Salah satunya, seolah siap akan maut yang menjemputnya. Warga temanggung, Jawa Tengah ini memilih tempat yang mulia, yakni musala. Memang, setelah dilakukan pemeriksaan medis terhadap jenazahnya, diketahui Almarhum meninggal dunia karena serangan jantung. Hal ini diamini Roni, salah seorang warga yang saat itu juga kebetulan shalat Duhur berjamaah bersama almarhum.

"Saya masih ingat, pakaiannya serba putih. Sarung putih, baju putih, songkok putih, dan sajadahnya pun putih," ucapnya

Seperti pada hari-hari lain, Pak Haji dan jamaah lain memulai shalat. Rakaat demi rakaat dijalani dengan khusyuk hingga usai.

"Setelah itu, kami zikir dan berdoa," lanjut Roni.

Tak lama berselang, Pak Haji berpindah tempat sedikit ke belakang. Ia memilih duduk bersandar di antara tiang - tiang penyangga musala. Wajah senjanya begitu teduh, bibirnya tetap bergetar menyebut asma Allah. Ia larut dalam doa - doa dan istigfarnya. Di tangannya tergenggam tasbih. Selang beberapa menit, tiada gerakan apapun di tubuhnya.

"Kami mengira dia tidur, mungkin kelelahan, kan siangnya di puasa," sambung Roni.

MEMEGANG TASBIH

Ternyata anggapan itu salah. Sampai jamaah satu demi satu meninggalkan musala, Pak Haji masih tetap tak bergerak di tempatnya. Ia masih duduk tertunduk dengan tangan masih memegang tasbih.

Roni yang saat itu keluar terlebih dahulu, masih beberapa langkah dari pintu musala berhenti sejenak karena teriakan pada dirinya. Lantas ia pun kembali ke dalam musala. Di sana ada tiga jamaah yang memegang tubuh Pak Haji.

"Loh... Pak Haji kenapa ?" tanya Roni gugup.

Tangan Pak Haji sudah dingin, matanya pun sudah tertutup. Tak ada hembusan napas yang keluar dari hidung maupun mulutnya. Masih belim yakin juga, Roni mendekatkan telinganya ke dada Pak Haji. Tak ada denyut jantung sama sekali yang terdengar. Dengan sigapnya, Pak Haji dilarikan ke puskesmas terdekat guna mendapatkan pertolongan. Sia - sia, Pak Haji telah meninggal beberapa jam yang lalu, kata dokter yang memeriksanya.

Berita duka tersebut menyebar dengan cepatnya. Tak sedikit pula warga yang masih belum percaya dengan meninggalnya Pak Haji. Pasalnya, sebelumnya almarhum tak pernah mengeluh tentang penyakitnya dan selalu tampak sehat. Dalam waktu singkat, kediaman Pak Haji telah ramai oleh pelayat. Ramai orang melayat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal ramah tamah di kampungnya itu. Warga juga banyak yang menyimpulkan bahwa apa yang dialami Pak Haji merupakan kematian yang indah. Sangat jarang memang orang meninggal dalam keadaan shalat dan berpuasa.

HUSNUL KHATIMAH

Pak H Ahmad memang telah dikenal sebagai pribadi yang baik, bukan karena beliau adalah haji. Lebih dari itu, sebelum menjadi haji pun, Pak Haji Ahmad mempunyai perilaku yang sangat baik.

Sikapnya yang ramah tamah dan suka menolong meski dalam bentuk tenaga, membuat warga menghormatinya. Tak hanya beliau semata yang sangat terhormat. Seluruh keluarganya juga santu dalam bermasyarakat. Bukan karena ingin dihormati, tapi memang karena sikapnya menjadikan Pak Haji Ahmad patut dihormati dan disegani.

Meskipun bukan keluarga kandungnya, tapi siapa saja yang bertemu di rumahnya sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Hampir setiap pengemis maupun pengamen yang datang ke rumah Pak Haji tak akan meninggalkan rumahnya dengan tangan kosong.

Pak Haji meyakini bahwa bersosialisasi dengan individu lain merupakan suatu kebutuhan dan keharusan. Sikap itulah yang selalu di contohkan Pak Haji kepada warga lainnya. Saling tolong - menolong, menghargai, dan menghormati haruslah di junjung tinggi. Tidak peduli siapa orangnya ataupun apa jabatannya, jika sedang membutuhkan pertolongan, maka sebaiknya segera diberikan pertolongan.

Bukan hanya itu saja, ketaatan yang luar biasa dalam beribadah menjadikan warga kagum. Keluarganya juga menjunjung tinggi norma - norma Agama.

Itulah ajaran yang selalu diamalkan ke istri dan anak - anaknya. Pak Haji Ahmad akan marah jika mendapati putra - putrinya yang tidak shalat. Bahkan, Pak Haji juga diketahui gemar melakukan ibadah puasa Senin-Kamis. Beliau istiqomah menjaga puasanya hingga ajal datang menjemputnya.

Dalam hal beribadah, Pak Haji selalu taat dan berusaha untuk selalu menjauhi segala hal yang dilarang Allah SWT. Mungkin perilaku itulah yang tercermin saat kepergian beliau. Tak banyak seseorang yang meninggal dengan kondisi husnul khatimah. Raut wajah almarhum yang tidak tampak pucat juga membuat warga menjadi kagum. Ada warga yang menduga jika itu dikarenakan kesiapan dalam shalat karena sudah wudu dan bersiap - siap untuk beribadah.

Jadi, disimpulkan oleh warga jika dirinya telah siap menghadapi sang malaikat penyabut nyawa. Selain itu, almarhum juga meninggal dunia dalam keadaan berpuasa. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Amin.

Yuk, sobat ceramah bersama jangan biarkan kisah hebat dan menginspirasi ini berlalu begitu saja. Mari dibantu dishare sebanyak - banyaknya.