Istiqomah Menjaga Wudu, Meraih Nikmat Kubur

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Sulaiman bin Mihrain Al A'masy dikenal sebagai ulama sederhana yang senantiasa menjaga wudunya. Setiap ia batal wudu, ia langsung mengambil wudu lagi. Dari kebiasan baik itulah ia akhirnya merasakan nikmat di dalam kubur. Berikut kisahnya....

Ilustrasi Berwudu ( Foto @U-Report )

Sulaiman bin Mihrain Al A'masy selalu tampil di depan manusia dengan pakaiannya terlihat begitu sederhana, bahkan dapat dikatakan teramat sederhana. Ketika seorang tabi'in menghadiri majelis, penampilannya menjadi perhatian banyak orang.

Sosok Sulaiman ini unik hingga sering kali membuat orang lain bingung, bahkan tidak sedikit pula yang meremehkannya. Pernah pada suatu ketika Sulaiman menghadiri majelis bersama Ibnu Abi Laila, semua pandangan orang tertuju kepada Sulaiman yang pakaiannya lusuh tak bernilai.

Salah seorang yang hadir di majelis itu bertanya kepada Ibnu Abi, "Wahai Ibnu Abi, kamu menghadiri majelis fikih dan membawa seorang yang seperti ini (berpakaian gembel) ?" tanyanya.

ULAMA SEDERHANA

Ibnu Abi menjawab, "Inilah guru kita, Sulaiman Al A'masy."

Setelah mendapatkan penjelasan dari Ibnu Abi Laila, seluruh peserta majelis menjadi tertunduk malu. Mereka merasa bersalah karena telah meremehkan sosok Sulaiman yang merupakan ahli hadis, yang telah menghafal kurang lebih 4 ribu hadis.

Sulaiman ini hampir tujuh tahun lamanya tidak pernah ketinggalan takbiratulihram rakaat pertama dalam shalat berjamaah. Juga beliau ini ada pada posisi terdepat alias shaf pertama dalam shalat berjamaah.

Berkenaan dengan ibadah shalatnya, Waki' bin Al Jarrah menggambarkan, "Hampir 70 tahun Al A'masy tidak pernah luput ikut takbirah al-ihram (dalam shalat berjamaah). Dan, aku menyertainya hampir dua tahun, dia tidak pernah luput meski satu rakaat."

Begitu pula dalam hal berwudu hampir tak pernah Sulaiman melupakan wudu jika telah batal wudunya. Bahkan, kalau ia tiba - tiba terbangun dari tidurnya dan tidak sempat mengambil air wudu, beliau selalu bertayamum.

NIKMAT KUBUR

Ulama kelahiran Thabaristan ini kemudian meninggal dunia pada usia 87 tahun, bulan Rabi'ul Awal tahun 148 Hijriyah. Diriwayatkan oleh Jarir. Dia berkata, "Setelah kematian Sulaiman, aku pernah melihatnya dalam mimpi, lalu aku bertanya kepadanya, "Wahai Abu Muhammad, bagaimanakah keadaanmu." Beliau mengatakan, "Kami selamat dengan pengampunan Allah SWT dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam".

Rupanya Sulaiman Al A'masy telah mendapatkan nikmat kubur karena sejumlah amal ibadahnya semasa hidupnya. Salah satunya adalah beliau selalu mempertahankan diri dalam keadaan suci dengan terus menjaga wudunya. Subhanallah.

Sulaiman bin Mihrain Al A'masy juga dikenal sebagai ulama yang paham Islam dan Allah pun menjaganya. Ibnu Al Madini memberikan kesaksian dalam ungkapannya, "Orang yang menjaga ilmu di antara umat Muhammad Saw dan enam. Untuk penduduk Makkah terdapat Amr bin Dinar, untuk penduduk Madinah ada Muhammad bin Muslim az-Zuhri, untuk penduduk Kufah ada Abu Ishaq As-Sabi'y dan Sulaiman bin Mihran Al A'masy, dan untuk penduduk Bashrah ada Yahya bin Abi Katsir dan Qatadah."