Dialog Setan Penggoda Kafir & Mukmin

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Suatu hari, Abu Hurairah mendengar percakapan dua setan. Satu setan terlihat gemuk, segar dan rapi. Sedangkan setan satu lagi terlihat kurus, kering dan kusut. Perbedaan tersebut ternyata berasal dari penugasan yang berbeda. Setan pengganggu orang kafir memang terlihat lebih gemuk, sedangkan setan pengganggu orang mukmin terlihat lebih kurus. Mengapa bisa demikian ? Ikuti kisah selengkapnya.

Ilustrasi Dialog Setan Penggoda ( Foto @Ceramah Bersama )

Setan senantiasa menggoda dan terus berusaha menaklukkan manusia agar melupakan Allah. Sejak jaman Nabi Adam hingga kini, mereka tak pernah menyerah menggoda manusia. Namun sebenarnya ada hal - hal yang bisa dilakukan agar setan jauh - jauh dari kita. Seperti kisah berikut, dialog setan penggoda umat mukmin dan setan penggoda orang kafir dengan Abu Hurairah. Ternyata ada perbedaan antara kedua setan itu, yaitu bentuk fisiknya. Setan penggoda orang kafir terlihat lebih gemuk, sedangkan setan penggoda orang mukmin terlihat lebih kurus.

Jadi, suatu ketika Abu Hurairah Ra, salah seorang sahabat Nabi terkenal, bertemu dengan setan penggoda orang mukmin dan setan penggoda orang kafir. Abu Hurairah penasaran dengan penampakan kedua setan tersebut. Setan penggoda orang kafir terlihat gemuk, segar, rapi dan memakai baju bagus. Berbanding terbalik dengan setan penggoda orang mukmin, mereka justru terlihat kurus, kusut, kering dan telanjang.

BACAAN BASMALAH

Walau Abu Hurairah penasaran, namun beliau diam saja. Tak lama kemudian, Setan gemuk itu bertanya pada setan penggoda kaum mukmin yang kurus, "Kenapa keadaanmu menyedihkan, kau kurus kering, kusut dan telanjang ?"

Setan kurus menjawab, "Aku bertugas menggoda orang mukmin yang selalu berzikir dan membaca basmalah menyebut nama Allah,"

"Lalu memangnya kenapa ? Aku juga ditugaskan menggoda manusia. Apa yang membuat tubuhmu kurus, kering dan jelek seperti itu ?" tanya si setan gemuk.

"Tentu saja berbeda, ketika hendak makan dan minum orang mukmin selalu membaca basmalah menyebut nama Allah. Karena itulah aku tetap lapar dan haus. Ketika memakai minyak, ia menyebut nama Allah, maka aku tetap kusut. dan ketika memakai baju, ia juga menyebut nama Allah sehingga aku tetap telanjang."

Setan gemuk menyahut, "Kasihan sekali kau, kalau begitu aku memang lebih beruntung. Aku bersama orang kafir yang tidak pernah menyebut nama Allah. Pada waktu makan, ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa makan bersamanya sampai puas. Ketika minum, dia juga tidak menyebut nama Allah sehingga aku bisa ikut minum. Ketika memakai minyak, ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut minyakan. Dan ketika memakai pakaian, ia tidak menyebut nama Allah sehingga aku ikut memakai pakaiannya."

Dari dialog tersebut, akhirnya Abu Hurairah mengerti apa yang membuat kedua setan itu berbeda rupa. Beliau pun menyadari betapa agung faidah membaca basmalah. Setan tidak bisa ikut makan - makanan orang yang membaca, "Bismillahirrahmanirrahim."

Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw juga pernah bersabda bahwa rumah yang dibacakan basmalah, maka setan tidak akan datang dan bermalam di dalamnya. Baginda Rasulullah Saw mengajarkan agar umatnya memulai segala perbuatan baiknya dengan membaca basmalah, menyebut nama Allah SWT, agar perbuatannya itu benar - benar penuh berkah, tidak diganggu setan, dan mendapatkan rida dari Allah Yang Maha Pengasih.