Zalimi Nenek, Lumpuh Sampai Mati

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Na'udzubillah ! Azab Allah bagi mereka yang berbuat zalim. Seperti nasib pemuda berinisial MS (24). Akibat ingin menguasai harta neneknya, ia pun berdoa agar neneknya cepat mati. Tapi sayang, ia justru sakit aneh, lalu lumpuh sampai mati.

Zalimi Nenek, Lumpuh Sampai Mati

Nama MS sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi warga di sekitar kampungnya di salah satu desa di Sidoarjo, Jawa Timur. Pria yang sering membuat ulah dan meresahkan masyarakat itu mati bulan lalu karena penyakit misterius, hingga tubuhnya lumpuh dan berakhir dengan kematian.

Belum diketahui secara pasti penyakit yang diderita MS, sebab selama menderita sakit, dirinya belum sempat dibawah ke dokter, karena ia hanya tinggal bersama neneknya yang sudah tua renta, sehingga keberadaannya tidak banyak mendapatkan perawatan. Maklum, sejak kecil ia sudah ditinggal mati ibunya dan ayahnya menikah lagi dengan perempuan lain, sehingga ia hanya bisa hidup dan dibesarkan oleh neneknya itu.

Ironisnya, keberadaan keluarga yang demikian tidak membuat MS berpikir dewasa, malah ia terjebak dengan pengaruh pergaulan yang mengancam masa depannya. Ia sering bergaul dengan orang - orang yang tidak beradab, bahkan kebanyakan mereka adalah pemabuk.

Sahir (47), salah seorang tetangga dekat MS menuturkan bahwa anak berandal tersebut sebenarnya sudah berkali - kali mendapatkan saran baik dari nenek maupun dari warga, namun tidak mendapatkan respon. Bahkan mencemoohnya dengan perkataan yang sangat kotor.

"Malah ia sering mendoakan neneknya agar cepat mati," cetus Sahir.

RAKUS WARISAN
Kebiasaan bejat MS ternyata tidak hanya berkata kotor kepada siapapun yang mencoba memberikan kritik terhadap dirinya yang keras kepala. Lebih dari itu, diam - diam ia juga menyimpan keinginan buruk agar neneknya itu segera meninggal karena ia ingin cepat - cepat menguasai kekayaan neneknya yang cukup melimpah.

Saking besarnya keinginan buruk tersebut, dirinya tidak pernah merawat neneknya yang sudah tua rentan sekalipun dalam keadaan sakit. Bahkan, tidak jarang ia berkata terang - terangan di hadapannya yang mengesankan sebuah kebahagiaan baginya kalau neneknya itu meninggal. Ia seringkali berkata lantang dengan berdoa di depan neneknya agar ia cepat meninggal. Neneknya pun hanya bisa diam setiap kali mendengarkan omelan yang tidak beretika itu, sekalipun hatinya merasa tergores luka yang begitu pedih.

"Neneknya memang sangat sabar, ia tetap menaruh rasa kasih sayang sekalipun sering diperlakukan tidak manusiawi." imbuh Sahir.

Sayang sekali, keinginan yang jahat tersebut hanya tinggal keinginan karena Allah berkehendak lain. Malah sebaliknya, keinginan itu berbuah malapetaka baginya karena ia tiba - tiba dirundung penyakit yang cukup misterius ia terima sebagai peringatan dari Allah.

Warga di sekitar rumahnya pun juag menyangka demikian. Sebab sebelumnya, tubuh MS tampak sehat bugar, tidak ada tanda - tanda sedikitpun kalau dirinya akan menderita penyakit yang cukup mengenaskan. Terpaksa ia pun tidak lagi bisa keluar rumah karena sehari - harinya warga juga sempat bertanya - tanya karena MS tidak muncul lagi seperti biasa.

Akhirnya, kabar sakitnya MS pun tercium juga. Sebagian warga merasa kaget mendengar berita buruk itu karena terasa begitu cepat. Namun, sebagian yang lain merasa lebih lega karena merasa tidak ada lagi orang yang selalu mengusik ketenangannya. Dan beberapa hari kemudian mereka pun kembali dibuat tercengang setelah mendapatkan kabar bahwa MS telah tiada.

MATI MENGENASKAN
Ironisnya, kabar kematian MS itu sedikitpun tidak menyentuh hati nurani warga. Di rumah dukanya, hanya tampak beberapa orang saja yang memberikan perhatian. Beruntung neneknya masih memiliki beberapa orang famili yang bisa membantu mengurus jenazahnya, hingga ia dimakamkan.

Sebab, bagi warga, suasana duka itu seakan tidak berarti apa - apa, sehingga tidak ada secercah pun perasaan duka yang melintas di benak mereka, malah sebaliknya hal itu mengesankan adanya kebanggan tersendiri, terutama bagi mereka yang merasa dirinya sering diresahkan oleh sikap MS. Jangankan ikut membantu mengurus jenazah, melakukan takziyah pun mereka enggan untuk datang ke rumahnya.

"Mungkin mereka belum bisa melupakan ulah MS yang selalu membuat keresahan," imbuh Sahir.

Ia menambahkan bahwa minimnya warga yang mau mengurus jenazah, membuat proses pemakaman jasad MS membutuhkan waktu lama, sejak dimandikan, dishalatkan hingga pemakaman. padahal biasanya, setiap ada warga yang meninggal di daerah tersebut, puluhan warga dengan sendirinya berbondong - bondong memadati rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Namun, kebiasaan itu ternyata terbalik bagi MS. Dirinya tidak hanya ditinggalkan warga, melainkan juga menjadi obyek pembicaraan yang selalu mengesankan dirinya semakin terpojok karena dibenci oleh banyak warga di kampung halamannya sendiri.
Nabi Saw bersabda : "Janganlah kalian mendoakan jelek terhadap diri kalian, jangan pula terhadap anak - anak dan harta kalian, jangan sampai kalian mendapati satu saat Allah diminta satu permintaan lalu Dia mengabulkan untuk kalian." (HR Muslim) (QS Maryam : 59).
Semoga kisah MS ini bisa kita ambil pelajarannya, Dan jangan tunggu lama - lama mari dibantu sharenya sebanyak - banyaknya untuk postingan ini.