Tobatnya Seorang Perampok Hebat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Fudhail bin Iyadh adalah seorang perampok terkenal. Ia sangat ditakuti dan disegani. Namun, akhirnya ia pun kembali ke jalan Allah. Fudhail yang ditakuti itu bisa menjadi takut dan kemudian bertobat setelah mendengar percakapan kafilah dagang yang takut kepadanya dan mendengarkan ayat Alquran.

Ilustrasi Perampok Tobat ( Foto @U-Report )

Fudhail bin Iyadh dikenal sebagai perampok yang hebat. Dalam setiap aksi perampokannya, ia tidak memerlukan partner atau tim dalam merampok. Suatu malam dia pergi untuk merampok. Seperti biasa ia berjalan sendiri. Tak berapa lama ia pun bertemu dengan rombongan kafilah.

Sambil berjalan, sebagian anggota kafilah mengobrol satu sama lain. Tiba - tiba Fudhail mendengar salah satu percakapan kafilah tersebut, "Jangan masuk ke desa itu karena di depan kita terdapat seorang perampok yang bernama Fudhail."

Fudhail pun terkejut, seketika ia gemetar mendengar percakapan anggota kafilah itu. Selama ini, dia tidak mengira bahwa orang - orang sampai setakut itu terhadap gangguan darinya, ia merasa betapa dirinya ini memberi mudarat dan bahaya bagi orang lain.

BACAAN ALQURAN
Fudhail pun berkata, "WAhai kafilah, akulah Fudhail, lewatlah kalian. Demi Allah, aku berjanji (berusaha) tidak lagi bermaksiat kepada Allah selama - lamanya." Sejak saat itu Fudhail meninggalkan dunia hitam yang telah ia geluti itu.

Dikisahkan dari jalur riwayat yang lain, ada tambahan kisah bahwa Fudhail menerima kafilah tersebut sebagai tamunya pada malam itu. Dia berkata, "Kalian aman dari Fudhail."

Lalu, Fudhail mencari makan untuk ternak mereka. Manakala dia pulang, dia mendengar seseorang membaca ayat, "Belumkah datang waktunya bagi orang - orang yang beriman, untuk tunduk hati merkea mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (Kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang - orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. dan kebanyakan di antara mereka adalah orang - orang yang fasik," (QS Al Hadid : 16).

BERTOBAT
Mendengar ayat tersebut, Fudhail berkomentar, "Berita - berita kami ditampakkan ! Jika Engkau menampakkan keadaan kami, maka apa yang kami sembunyikan pasti akan terlihat dan kami akan malu. Jika Engkau menampakkan amalam kami, maka kami akan celaka karena azab-Mu."

Para anggota Kafilah itu memerhatikan Fudhail, ia mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan Fudhail.

"Kamu berhias untuk manusia, berdandan untuk mereka, dan kamu terus berbuat riya sehingga mereka mengenalmu sebagai seorang yang saleh. Mereka menunaikan kebutuhanmu, melapangkan tempat dudukmu ( menyambutmu), dan bermuamalah denganmu karena mereka salah duga. Keadaanmu benar - benar buruk jika demikian adanya," imbuhnya.

Fudhail melanjutkan, "Jika kamu mampu untuk tidak dikenal, maka lakukanlah. Kamu tidak rugi walaupun tidak dikenal. dan kamu tidak rugi walaupun kamu tidak dipuji. Kamu tidak rugi walaupun kamu tercela di mata manusia, asalkan di mata Allah kamu selalu terpuji."

Sejak saat itu, Fudhail menjadi seorang yang berbeda. Ia tak lagi merampok, tak lagi disegani karena sifat buruknya. Ia kembali ke jalan Allah dan memperbaiki hidupnya agar menjadi umat yang selalu terpuji di mata Allah.