Suka Menebar Fitnah, Bisu Sampai Mati

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Hati - hati dengan lisan kita. Salah ucap, apalagi sengaja memutar fakta atau fitnah, dosanya tiada tara. Pelajaran itu tergambar dari kisah seorang wanita di Jakarta, sebut saja namanya Febi (41). Akibat suka menebar fitnah, ia sakit parah hingga bisu sampai akhir hayatnya.

Fitnah Lebih Kejam Dari Pada Pembunuhan ... ( Foto @U-Report )

"... Fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan...," (QS Al Baqarah, 2 : 191). Begitulah pesan Alquran, maka hati - hatilah menjaga lisan kita. Laksana sebuah pedang, lisan salah berucap bisa melukai hati sesama. Kita bisa belajar dari kisah wanita warga kelapa Dua, Jakarta Timur, yang bernama Febi.

Diceritakan salah satu tetangganya, sampai akhir hayatnya, warga mengaitkan nasib bersangkutan yang mengalami penyakit aneh hingga membuatnya cacat dan bisu alias tidak bisa bicara karena kebiasaannya menebar fitnah.

"Kalau orang sini sukanya menyebut dia tukang gosip. Apalagi tak sedikit kejelekan warga sini yang tersebar sampai ke mana - mana," ujar Yusma (38), tetangga Febi.

Yusma mengisahkan, wanita yang dimaksud itu memang cukup lama tinggal di daerah tersebut, sudah berumah tangga dan punya dua anak. Yusma pun heran, sifat itu sangat bertentangan dengan suaminya, sebut saja namanya Rachmat. Di mata warga, Rachmat dikenal saleh dan penyabar.

"Kalau suaminya baik, bahkan kita sebagai tetangganya sangat kasihan sama Pak Rachmat," Terang Yusma.

MENYEBAR FITNAH
Tak hanya Yusma yang mengetahui sifat kurang terpuji Febi, Tetangganya yang lain, Amel (50). Wanita yang pernah menjadi teman dekat Febi mengaku pernah jadi korban fitnahnya. Ketika ditanya soal tabiat Febi, Amel mengaku kena dampak kurang baik dari sifat sahabatnya itu.

Saat itu, kenang Amel, ketika itu ada tender barang untuk proyek pengadaan barang usaha kecil menengah, Saat itu, urai Amel, ia dan dua orang pengikut tender lain terpilih sebagai pemenangnya. Namun karena merasa menjadi kompetitor dagang, Febi kemudian menebar cerita ke tetangganya bahw Amel memberikan uang suap kepada pihak pertama atau pemerintah yang mengadakan tender barang.

"Saya dibilang memberikan uang suap. Saya sempat marah, tapi saya coba hadapi dengan kepala dingin, "Terangnya.

Namun, lanjut Amel, meski sudah berusaha berbicara secara baik - baik, Febi justru memakinya. Akibatnya, Amel mengaku namanya sempat tercemar di mata warga. "Tapi untungnya, semua sudah saya klarifikasi,"terang Amel.

Tak hanya Amel, tetangga lain pun pernah menjadi bahan pergunjingan Febi. Diceritakan Yusma, salah satu tetangganya, YN (33), yang juag warga Duren Sawit pernah sakit hati sakit akibat tutur kata almarhumah. Memang, YN sering pulang larut malam, bahkan sampai pagi. Tapi, Febi menebar fitnah bahwa dirinya bekerja sebagai wanita malam di salah satu klub malam di Jakarta. Akibatnya, YN menjadi cibiran warga.

"Untungnya, orang tua YN segera mengklarifikasi ke warga kalau YN hanya pegawai di salah satu hotel di Jakarta," tutur Yusma.

AKHIRNYA BISU
Seolah menjadi rahasia umum, ucapan Febi sering merugikan orang lain. Tak ayal, warga pun semakin tidak percaya lagi dengan ucapan wanita itu. Dampaknya, ketika Febi sakit tifus, warga tidak ada yang peduli.

"Terakhir ketemu, Febi terkena penyakit tifus dan dia dirawat di rumah sakit," terang Yusma.

Bukan soal sakitnya, lanjut Yusma, ia merasa ada yang aneh dari penyakit Febi. Biasanya orang mengidap tifus hanya butuh waktu sebulan untuk sembuh. Tapi Febi bisa enam bulan lebih, bahkan yang lebih parah sampai cacat fisik.

"Bentuk bibirnya itu yang aneh, seperti terlipat dan mulutnya juga membisu nggak bisa ngomong dengan jelas." terang Yusma.

Akibat penyakit yang berawal dari tifus itu, Febi pun menjadi bisu dan tidak bisa berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Febi hanya bisa bertutur secara verbal dengan menggunakan isyarat tangan dan wajah hingga sampai akhirnya penyakit yang dideritanya semakin lama semakin parah.

Akhirnya, Febi tak kuasa menahan sakit dan akhirnya meninggal dunia akhir tahun lalu. "Sakitnya mungkin sudah semakin parah dan keluarganya pun tak sanggup membiayai pengobatannya," Ucap Yusma menambahkan.