Menjelang Wafat, Ahli Zikir Ditemui Malaikat

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Inilah bukti ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya. Menjelang kematiannya, Sugiyo sudah bercerita kepada keluarganya bahwa usia shalat Tahajud, ia didatangi pria berjubah putih. Pria itu mengajaknya pergi ke suatu tempat yang indah. Mungkin, itulah sosok malaikat yang akan menjemput ajalnya.

Ilustrasi Berzikir

Tak sedikit seseorang yang akan meninggal dunia, biasanya akan merasakan sesuatu. Wajahnya seolah memancarkan kesan tiada kehidupan lagi. Kadang malah pembicaraannya "ngelantur" alias tidak teratur bagi yang mendengarnya.

Anehnya, ada juga yang merasa sudah didatangi beberapa pria tinggi dan berjubah putih. Bagi sebagian orang, tentu saja hal tersebut tak masuk akal.

Namun, kejadian tersebut ternyata benar - benar terjadi. Seperti halnya yang dialami oleh almarhum Sugiyo, warga Blora yang tinggal di Semarang. Sehari - hari, Sugiyo berjualan nasi bungkus di sekitar jalan - jalan protokol bersama istri dan seorang anaknya, Putri (39). Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat bercerita yang aneh - aneh kepada keluarga. Hanya saja, hal tersebut dianggap oleh sebagian besar keluarga sekedar cerita yang tidak menggambarkan apa - apa.

Sekalipun setiap hari sibuk berjualan, almarhum jarang sekali berselisih paham dengan orang - orang yang ada di sekitarnya, terlebih kepada keluarga. Almarhum termasuk sosok ayah yang bijaksana dan menjadi panutan bagi keluarga.

Almarhum juga termasuk orang yang disiplin dalam mengajarkan ajaran - ajaran agama untuk selalu diamalkan dalam kehidupan sehari - hari. Hal itu ditunjukkannya dengan selalu membiasakan anak - anaknya untuk membaca Alquran semenjak masih usia TK.

TAAT BERIBADAH
Almarhum memang dikenal sebagai sosok yang taat dalam beribadah. Hal tersebut juga diajarkan kepada anak - anaknya. Walaupun dalam kesibukan apa pun, dirinya selalu berusaha untuk segera bergegas mengambil air wudu ketika mendengar azan yang berkumandang. Almarhum selalu berusaha untuk shalat berjamaah tepat waktu dalam kondisi apa pun. Terlebih ketika di rumah, almarhum selalu mengajak istri dan anak - anaknya untuk shalat berjamaah.

Tubuh Almarhum menjelang meninggal dunia memang tak setegap di usia mudanya. Wajahnya mulai banyak keriput serta napasnya sering tersengal - sengal. Hal ini dikarenakan kebiasannya mencangkul di sawah yang membutuhkan banyak tenaga. Oleh karena itu, seiring waktu dan bertambahnya usia, semasa hidup almarhum tidak lagi terlihat tegar.

Dengan kondisi fisik yang semakin menurun kebugarannya, almarhum masih sering membaca Alquran dengan sisa - sisa tenaga yang ada. Almarhum ingin mengajarkan kepada anak - anaknya agar tidak meninggalkan kitab suci Alquran yang dapat mendatangkan berkah bagi yang membacanya.

Almarhum tak ingin anak - anaknya hanya bisa menguasai ilmu pengetahuan dengan tanpa meninggalkan ajaran - ajaran Agama Islam sebagai pegangan dalam menjalani hidup.

Hanya saja, ketekunan almarhum dalam menjalankan ibadah harus berakhir seiring dengan embusan napas terakhirnya usai nasi bungkus yang dijualnya telah habis. Siang itu, almarhum tampak lelah usai seharian berada di jalanan menjajakan nasi bungkus.

Tanpa ada tanda - tanda yang menunjukkan almarhum sedang sakit, almarhum langsung tertidur lelap hingga tak lagi membuka mata. Putri terkejut dengan apa yang terjadi pada ayahnya. Pasalnya, pagi hari ayahnya masih tampak sehat.

MENDAPAT FIRASAT
Tanpa sakit apapun, Sugiyo meninggal dunia dengan tangan yang masih memegang tasbih usai menjalankan shalat Asar. Namun, bukan hal itu yang membuat Putri merasa heran. Namun, sebulan sebelum meninggal dunia, almarhum sempat bercerita kepada Putri jika almarhum didatangi seorang pria. Hal itu terjadi ketika almarhum usai menjalankan shalat Tahajud pada suatu malam.

Dalam tidurnya tersebut, Almarhum diajak berjalan - jalan ke suatu tempat yang sangat indah. Keluarga yang mendengar cerita almarhum ketika itu tak terlalu menggubrisnya. Pasalnya, keluarga pun menganggap apa yang dialami oleh almarhum ketika itu hanyalah mimpi belaka. Hanya saja, ketika itu Putri mencoba mengingatkan anggota keluarga yang lain agar menjaga kesehatan almarhum.

Sementara itu, beberapa hari sebelum meninggal, Sugiyo juga pernah bercerita bahwa dirinya mimpi sedang berpamitan untuk meninggalkan keluarga selama - lamanya. Bahkan, jika sudah tiba waktunya, janganlah ada salah satu yang memberatkan kepergiannya. Tentu saja, mendengar cerita almarhum, langsung membuat beberapa anggota keluarga yang lain merasa cemas.

Bukan hanya anggota keluarga saja yang terkesan dengan perjalanan hidup almarhum. Tetangga dan juga warga setempat pun mengagumi apa yang dilakukan oleh almarhum semasa hidupya. pasalnya, dengan rutinitas sebagai seorang penjual nasi bungkus yang membutuhkan, banyak tenaga dan waktu yang cukup padat, namun almarhum selalu dapat menjalankan shalat tepat waktu. Bahkan, almarhum juga masih dapat menjalankan ibadah sunah lainnya.

Beberapa warga pun menyampaikan bahwa apa yang dialami oleh Almarhum memang tidak banyak dialami oleh seseorang yang akan meninggal dunia. Memang ada tanda - tanda kematian yang terlihat sebelum orang tersebut meninggal. Tapi, juga tak sedikit orang yang meninggal ditandai dengan keanehan, bahkan bisa terbilang mengerikan. Warga pun hanya bisa mendoakan almarhum agar selalu diberi tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Apa yang dilakukan oleh almarhum pun patut dicontoh agar selalu senantiasa dekat dengan Allah SWT.