Kisah Halim Sembuh Dari Kebutaan Saat Tunaikan Haji

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Musim tahun 2006 lalu merupakan berkah yang luar biasa bagi H Halim (59). Bagaimana tidak, matanya yang semula buta mendadak bisa melihat lagi usai menangis bertobat di Arafah. Keajaiban haji yang dialaminya itu sekaligus membuat dirinya semakin dekat dengan Allah SWT. Berikut ini Kisahnya.

Keajaiban Menangis Di Arafah ( Foto @U-Report )

Tanah Arafah di Makkah menjadi saksi bisu kesembuhan mata yang dialami H Halim, warga Pasuruan. Pada siang menjelang sore itu, Halim meminta kepada anaknya yang bernama Musonif (34) untuk di antarkan keluar Maktab.

"Tolong carikan tempat yang sepi, supaya ayah bisa lebih khusyuk berdoa," tutur Halim kepada anaknya.

Karena dimakan usia, mata Halim sejak dua tahun sebelumnya hanya mata sebelah kiri, namun akhirnya mata kanannya juga tak bisa melihat. Pada saat pemberangkatan jamaah haji, Musonif sebenarnya membujuk ayahnya agar membatalkan niat haji karena kebutaan itu. Namun keinginan yang kuat dari diri sang ayah lagi - lagi membuatnya tak bisa berbuat apa - apa. Dengan berbagai alasan, akhirnya Halim berhasil lolos dalam tes kesehatan dan akhirnya berangkat ke tanah suci.

BERDOA DI ARAH
Sejak kemudian Musonif menuntun ayahnya keluar maktab lalu berhenti di tanah kosong yang tak jauh dari maktab itu. Setelah duduk dengan alas seadanya, Halim meminta anaknya agar kembali ke maktab.

"Tinggalkan ayah di sini sendirian, kamu kembali saja ke maktab dan bergabung dengan jamaah haji lainnya," Pinta Halim.

Musonif tak mampu berbuat apa - apa. Ia tahu sifat ayahnya yang keras, jadi percuma jika ia menasihatinya. Musonif pun berjanji satu jam lagi ia akan menjemput ayahnya untuk bergabung dengan jamaah lain.

Musonif pun larut dalam khutbah arafah. Ketenangan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa sangat kecil sekali di hadapan Allah SWT.

Waktu terus berlalu, tak terasa khutbah arafah itu sudah berlalu dua jam lebih. Saat itu Musonif langsung ingat kepada ayahnya. "Ya Allah, sudah dua jam lebih, aku harus menyusul ayahku," batinnya kalut.

Ia segera beranjak menuju tempat di mana ayahnya duduk sendirian. Namun alangkah kagetnya Musonif karena ayahnya sudah tak berada di tempat. Ia mencoba mencari di lorong - lorong maktab di sekitar tempat tersebut, tapi tak berhasil.

Hari semakin sore, sudah hampir satu jam Musonif mencari ayahnya. Bahkan ia sempat melaporkan kepada petugas haji Indonesia bahwa ia kehilangan ayahnya yang kemungkinan tersesat.

"Ya Allah, aku anak yang durhaka, mestinya aku menjemput ayahku tepat waktu, ampunilah aku Ya Allah," ratapnya sedih.

KEAJAIBAN HAJI
Akhirnya karena capek, ia berinisiatif kembali ke maktabnya. Namun betapa kagetnya Musonif saat itu melihat sosok ayahnya sudah berada di maktab tersebut.

"Maafkan aku yah," kata Musonif yang langsung memeluk ayahnya.

"Tidak apa - apa, alhamdulillah semua ini adalah kebesaran Allah, tadi ayah diantar petugas haji ke maktab ini," ucap Halim terlihat begitu riang.

Musonif merasa ada hal aneh dalam diri ayahnya. Tidak biasanya sang ayah berbicara begitu tenang. Apalagi Halim saat itu sempat mengusap - usap punggung Musonif penuh sayang.

"Berkat kuasa Allah pula, ayah kini bisa melihat lagi," tutur Hali penuh bahagia.

Bagai tersengat aliran listrik, tubuh Musonif terkejut mendengar pernyataan itu. Ia berkali - kali memastikan mata ayahnya benar - benar bisa melihat lagi.

"Subhanallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar," kata Musonif mengucap kalimat tasbih dan takbir.

Halim kemudian menceritakan kesembuhan matanya yang tampak seperti sebuah mukjizat itu. Saat berdoa di tanah Arafah, merasakan hatinya sejuk dan sangat dekat dengan Allah. Dalam kesempatan itu ia berdoa agar ia ditakdirkan bisa melihat kakbah. Doanya diiringi dengan tangisan tobat atas kesalahan dan dosa dirinya yang telah lalu.

"Saat menangis itulah, perlahan ayah mampu melihat lagi," ucap Halim penuh syukur.

PENGAJAR ALQURAN
Keajaiban yang dialami Halim sontak menjadi perhatian dari jamaah haji lainnya. Mereka yang masih satu kloter tak henti - hentinya mengucap takbir atas kuasa Allah itu. Bahkan jamaah haji dari kloter lain pun datang juga dibuat geleng - geleng kepala atas ketakjuban itu.

"Subhanallah, jika Allah menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin," ucap salah seorang jamaah haji seolah tak percaya.

Akhirnya sebelum pulang ke tanah air, Halim berhasil melihat keindahan kakbah secara langsung. Dadanya bergetar begitu menatap keindahan kakbah dari jarak yang cukup dekat. Mulutnya tak berhenti mengucap takbir.

Setelah pulang ke tanah air, Halim disambut sedemikian khidmat oleh warga setempat. Apa lagi setelah mengetahui kebutaan yang dialami Halim sudah sembuh berkat menangis di Tanah Arafah. Selama seminggu sejak kepulangannya, rumahnya tak pernah sepi dari para tamu yang meminta berkahnya.

Keajaiban haji yang dialami Halim lantas ditafsiri beragam oleh warga setempat. Ada yang mengatakan bahwa semua itu merupakan balasan Allah karena Halim telah puluhan tahun mengajarkan Alquran mulai dari anak - anak hingga orang dewasa.

"Pak Halim orangnya santun, dan banyak mengamalkan ilmunya di desa ini, khususnya mengajar anak mengaji Alquran," terang seorang kerabat Halim.