Kisah Ahli Ibadah, Mati Wajah Berseri

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Bapak Hasan, begitulah nama laki - laki asal Tangerang Banten ini disapa. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai ahli ibadah, hingga akhirnya ia meninggal ketika hendak menunggu shalat Asar di kediamannya dengan wajah berseri. Padahal sebelumnya ia masih sehat dan tak nampak dalam kondisi sakit apapun.

Ilustrasi Mati Wajah Berseri ( Foto @U-Report )

Beberapa tahun yang lalu, Bapak Hasan bersama keluarganya hidup dengan cara yang sederhana. Sebagai kepala rumah tangga Bapak Hasan bekerja sebagai tukang bajai untuk menafkahi kehidupan istri dan anak - anaknya. Namun, walaupun demikian dia tetap menjalani kehidupannya dengan sabar dan tabah terhadap takdir Allah.

Walaupun demikian Hasan senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT dan memohon agar senantiasa berada dalam limpahan berkat dan rahmat Allah baginya dan bagi keluarganya. Hal itu ia lakukan ketika tiap kali habis shalat dan dia tetap taat menjalankan ibadah wajib tersebut dimanapun ia berada.

Siang itu panas matahari sangat terik, peluh pun mulai mengaliri tubuh tua Hasan, kurang lebih sekitar jam 13.00 WIB ia pulang ke rumahnya, ia cepat - cepat mandi dan mengambil air wudhu dan menunaikan ibadah shalat Dhuhur. Sedangkan bajai bututnya masih terparkir di depan rumah sederhananya. Sementara itu istrinya menyambutnya dengan tersenyum.

Sehabis shalat Dhuhur, Hasan masih duduk menghadap kiblat sambil kedua tangannya memutar biji - biji tasbih sembari berzikir dengan kalimat - kalimat tayyibah. Cukup lama ia berzikir kala itu. Dengan penuh khidmat dan khusyuk ia menuntaskan zikirnya, barulah kemudian dia keluar dari kamarnya dan duduk di ruang tamu menemani istrinya yang sedang menyetrika baju.

"Ibu, anak - anak kemana ...?" tanya Hasan kala itu kepada Istrinya. Namun, istrinya belum sempat menjawab, Hasan terus menanyakan anak - anaknya dengan menyebutkan nama anak - anaknya satu persatu.

"Emang ada apa sih, Pak ...? Kok ditanya semua ?" jawab istrinya kala itu.

"Tidak apa - apa Bu, cuman kangen saja," Ucap Hasan.

"Oh iya Bu, mana baju yang dibelikan si Udin (anaknya) ? Saya mau memakainya untuk shalat Asar," sambungnya.

HENDAK BERPAMITAN
Sembari tersenyum istrinya hanya menatap Hasan yang tampak ada sesuatu yang anek kala itu. Namun, sesaat kemudian, lagi - lagi Hasan kembali menyebutkan nama anak - anaknya satu persatu sembari bertanya mereka sekarang ada di mana.

"Entar juga datang Pak, memang kenapa sih kok ditanya semua ? Kayak mau mati saja ...!" ucap istri Hasan sembari tetap meneruskan pekerjaannya, sementara Hasan masih duduk di kursi dan tatapannya tampak kosong ke depan.

Beberapa saat kemudian, anak perempuannya yang bungsu datang. Secara tiba - tiba Hasan langsung memanggilnya, "Aduh ... Anakku... !! Sini, Nak," Ucap Hasan kala itu sembari menyambut anaknya dengan pelukan.

Pelukan Hasan tersebut memang dirasa tampak ada yang aneh. Karena, beberapa saat kemudian Hasan tak bersuara apa - apa. Namun, ia tetap erat memeluk tubuh anak perempuannya.

Beberapa saat kemudian anaknya melihat Hasan tak bergerak, lalu kemudian berusaha memanggil - manggil Hasan.

"Bapak ... Bapak.... !!" Sementara Hasan tetap tak bergeming. Melihat hal itulah kemudian Istrinya menghampiri Hasan yang sedang memeluk anak bungsunya, namun mata Hasan terpejam dan tampak seperti tertidur.

"Bapak ... Bapak ....!! Bapak kenapa ...?" tanya istri Hasan mulai tampak panik, namun yang dipanggil tetap tak bergerak. Sesaat kemudian pelukan Hasan berusaha untuk dilepaskan dari tubuh anaknya dan pada saat itulah Istrinya tahu kalau hasan sudah meninggal dunia karena denyut nadi dan detak jantungnya sudah tidak berdetak sama sekali.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun," ucap Istrinya kala itu.

TIDAK SUKA GIBAH
Isak tangis pun tak bisa dibendung, wanita itu benar - benar terkejut atas meninggalnya suaminya karena baru beberapa saat yang lalu mereka masih bercakap - cakap, tubuhnya pun masih tampak sehat.

Peristiwa tersebut juga mengagetkan anak - anak almarhum yang benar - benar tidak menyangka kalau bapak mereka akan pergi secepat itu meninggalkan mereka.

Berita meninggalnya almarhum dengan cepat merambat ke seluruh warga dan mereka semua langsung tidak percaya dan kaget atas hal tersebut, karena memang Hasan hari itu masih kelihatan beraktivitas seperti hari - hari biasanya. Beberapa saat kemudian rumah almarhum sudah dipenuhi oleh warga yang datang untuk melayat dan jenazah almarhum saat itu juga langsung disemayamkan di rumah duka.

Meninggalnya Hasan memberikan kesan yang sangat mendalam bagi anak - anaknya, termasuk Safrudin Hasan, salah satu putra almarhum. Ia menuturkan, kepergian Bapaknya yang sangat cepat memberikan pelajaran penting baginya. Terakhir kali ia melihat wajah almarhum seperti sangat tenang dan tampak bersih.
"Katakanlah : 'Sesungguhnya kematian yang kalian berusaha lari darinya itu pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui perkara gaib maupun perkara yang tampak lalu Allah akan mengabarkan kepada kalian apa saja yang telah kalian kerjakan di dunia." (QS Al Jumu'ah : 8).
Nah, Semoga kisah Bapak Hasan, ini bisa menginspirasi dan menjadi sebuah hal yang bisa kita ambil sisi positifnya, Yuk, bantu untuk share sebanyak - banyaknya sobat Ceramah Bersama postingan ini.