Kisah Abdullah Tukang Kuli Pasar Bisa Berangkat Haji Yang Sangat Menginspirasi

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Subhanallah, setelah puluhan tahun istiqomah shalat Tahajud dan memohon kepada Allah agar hajatnya untuk bisa ke tanah suci Makkah bisa dikabulkan. Akhirnya Abdullah pun bisa menunaikan ibadah haji.

Abdullah bin Saiful Hadi Kuli Pasar Yang Berhasil Pergi Haji ( Foto @iphi.web.id )

Perkenalkan namaku Abdullah Bin Saiful Hadi. Aku berasal dari Kecamatan Ajung, Kabuoaten jember. Kali ini aku ingin berbagi kisah tentang keajaiban shalat Tahajud yang mengantarkanku bisa menunaikan ibadah haji pada Tahunu 2013 lalu.

Sejak kecil aku hidup di lingkungan yang sangat sederhana. Kedua orang tuaku setiap harinya bekerja mencari nafkah dengan mengayuh becak di pasar. Walaupun demikian, aku dibesarkan dalam lingkungan yang taat dalam menjalankan ibadah Agama.

Karena itulah, sejak kecil pula aku sudah dilatih oleh kedua orang tua untuk senantiasa melaksanakan shalat Tahajud. Shalat tengah malam itu memang dirasa cukup berat, sehingga pada awalnya aku hanya membiasakan diri terbangun dan shalat dua rakaat, kemudian tidur kembali.

Namun menginjak remaja, shalat malam sudah menjadi bagian dari hidupku, aku jarang sekali meninggalkan shalat tersebut. Singkat cerita, setelah aku dewasa, aku pun mulai meningkatkan shalat tersebut, mulai dari dua rakaat, enam rakaat hingga delapan rakaat.

Sementara itu, setiap hari aku bekerja menjadi tukang becak. Kadang - kadang juga menjadi kuli di pasar. Setiap hari kalau pagi aku mengantarkan anak - anak ke sekolah, sedangkan siangnya mengantarkan orang - orang yang mau ke pasar. Dari hasil kerjaku itulah aku mulai mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk memenuhi keinginanku naik haji.

Keinginanku untuk pergi haji memang sudah ada sejak aku masih remaja. Ketika itu orang tuaku kerap kali mengajakku untuk pergi bersilaturahim kepada orang - orang yang baru saja datang dari Tanah Suci. Sehingga dari situlah muncul keinginanku untuk turut pergi ke tanah suci, menyempurnakan keislamanku.

Tetapi di sisi lain, kadang - kadang aku dihantui rasa was - was, mengingat pekerjaanku yang kerap kali mendapatkan hasil pas - pasan, sementara biaya haji begitu mahal. Karena itulah aku senantiasa memohon kepada Allah dalam shalat Tahajudku.

REZEKI LANCAR
Semakin hari keinginanku semakin kuat, karena itulah usahaku juga semakin giat, baik itu usaha lahir ataupun batin. Setiap malam aku selalu bangun dari tidurku, mengambil air wudhu, lalu masuk dalam sebuah bilik kecil yang ada di rumahku. Di bilik itulah semua harapan dan cita - citaku aku curahkan kepada Allah.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, setiap malam aku selalu shalat Tahajud delapan rakaat. Namun ketika keadaanku terlalu lelah, aku hanya shalat empat atau enam rakaat. Seusai shalat, aku sambung dengan shalat Hajat dan shalat Istikharah memohon petunjuk Allah agar aku senantiasa didekatkan dengan rezeki yang halal dan berkah.

Mungkin berkat itulah, pada tahun 2009 yang lalu, aku melihat tabunganku ternyata sudah mencapai 17 juta. Aku sedih sekaligus bahagia. Aku sedih karena uang tersebut ternyata masih kurang sedikit untuk bisa mendaftar haji. Aku pun kembali memohon kepada Allah agar jalanku ke Tanah Suci dimudahkan.

Akhirnya tak lama kemudian, ternyata salah seorang guruku menyarankan agar aku mendaftar haji. "Tapi gimana kekurangannya Ustad ?" tanyaku pada guruku tersebut.

"Tanyakanlah pada istrimu, ia tampaknya punya simpanan," jawabnya. Akhirnya aku pun bergegas pulang dan bertanya sama istri. Akhirnya istriku ternyata memberikan uang tiga juta dengan ikhlas untuk menutupi kekurangan biaya pendaftaran haji. Pada tahun itu pulalah aku akhirnya terdaftar sebagai calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 2013.

Namun yang menjadi pikiranku kemudian adalah bagaimana melunasi biaya haji tersebut. Sebagai manusia biasa yang hanya berpforesi sebagai kuli dan tukang becak tak mudah untuk mendapatkan uang jutaan rupiah, tanpa bantuan Allah. Aku pun terus bermunajat kepada Allah memohon petunjuk kemudahan Rezeki untuk bisa melunasi biaya haji tersebut dalam waktu empat tahun.

"Alhamdulillah ..." ucapku, ketika baru sadar ternyata biaya hajiku bisa terlunasi. Aku tidak sadar dari mana aku punya uang tersebut. Setelah lunas, aku baru sadar kalau ternyata Allah memudahkan jalanku. kadang - kadang aku mendapatkan uang arisan, kadang - kadang langgananku juga bertambah sehingga aku bisa mendapatkan penghasilan lebih yang setelah dikurangi biaya kebutuhan keluargaku aku tabung untuk melunasi biaya haji tersebut.

Akhirnya pada 7 oktober tahun 2013 aku berangkat ke Tanah Suci dan terdaftar menjadi calon jamaah haji. Aku berharap, nanti kisahku ini menjadi inspirasi bagi umat Islam. Semoga aku bisa mendapatkan haji yang mabrur sehingga nantinya sepulang dari Tanah Suci aku bisa menjadi Muslim yang lebih baik lagi.

Nah, Mari sobat Ceramah Bersama bagikan kisah Abdullah bin Saiful Hadi ini yang mana berkat jerih payah dan juga doa - doanya ia berhasil berangkat haji, Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin jika setiap umatnya mau berusaha dan berdoa kepadaNya.