Kesaksian Raja Jin Untuk Rasulullah

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Ketika Nabi Muhammad Saw hendak dipermalukan di depan umum oleh Abu Jahal, muncullah raja jin yang memberitahukan rencana busuk itu. Raja jin itu lantas menyusup ke sebuah berhala dan mengeluarkan suara yang bersaksi bahwa Rasulullah Saw adalah benar sebagai utusan Allah SWT.

Ilustrasi Kesaksian Jin Untuk Rasulullah Saw ( Foto @U-Report )

Rasulullah Saw tak selalu mendapatkan kemudahan dalam menjalankan dakwah pada kaum Quraisy. Bahkan tidak sedikit yang terang - terangan menolak dan membenci Rasulullah Saw. Salah satu yang begitu membencinya adalah Abu Jahal.

Abu Jahal lantas mengatur siasat untuk mempermalukan diri Rasulullah Saw. ia menantang Rasulullah Saw untuk membuktikan kebenarannya di hadapan berhala mereka. Abu Jahal tahu jika berhala itu tidak akan bersaksi apa - apa karena memang benda mati.

Ketika tiba pada hari yang ditentukan, Rasulullah Saw ditemani oleh sahabatnya yang bernama Abdullah bin Mas'ud pun berjalan menuju lokasi pegunungan Abu Quba'is. Tetapi di tengah perjalanan, beliau dikejutkan oleh ucapan salam seorang penunggang kuda yang berjubah hijau.

JIN BERJUBAH
"Wahai penunggang kuda, siapakah engkau ini ?," tanya Rasulullah Saw.

"Ya Rasulullah, namaku adalah Muhair bin Habbar yang merupakan keturunan jin dan sudah beriman kepada Allah SWT sejak zaman Nabi Nuh as. Tempat tinggalku di Gunung Thursina," jawab Jin tersebut.

Raja jin itu lantas menceritakan perjuangannya agar bisa bertemu Rasulullah Saw. Pada suatu hari setelah lama mengembara, ia pulang dan mendapati istrinya sedang menangis. Istrinya sedang menangis. Istrinya bersedih karena setan yang bernama Musfir.

"Setan Musfir itu telah mengasut kaum kafir Quraisy dan mendustakan engkau wahai Nabiyullah," lanjut jin berjubah itu.

Raja jin itu melanjutkan ceritanya. Ia kemudian mencari Musfir dan berhasil ditemukan di antara bukit Safa dan Marwah. Raja jin itu berkelahi dengannya dan berhasil membunuhnya. Tubuh kepala Musfir yang seperti anjing itu ia pecahkan.

Mendengar penuturan jin berjubah hijau itu, Rasulullah Saw berdoa untuk kebaikannya yang kemudian diamini oleh Jin tersebut.

"Wahai Rasulullah Saw, bolehkan aku merasuk ke dalam tubuh salah satu patung itu kemudian bersaksi atas kerasulanmu agar mereka menjadi sadar ?" tanya Jin itu kemudian.

"Jika demi kebaikan, silahkan," jawab Rasulullah Saw singkat.

KESAKSIAN BERHALA
Rasulullah Saw dan sahabatnya pun langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk menemui kaum kafir Quraisy. Ketika sampai di tempat yang telah ditentukan, masyarakat Quraisy sudah berkumpul dengan membawa patung berhala mereka masing - masing.

Setelah Rasulullah Saw tiba di tengah - tengah mereka, tiba - tiba berhala yang paling besar yang berada di antara mereka berbicara. Padahal selama mereka menyembah berhala tersebut, tak satu pun dari patung - patung itu yang berbicara.

"WAhai penduduk Makkah, ketahuilah bahwa Muhammad Saw adalah utusan Allah. Maka segala yang disampaikan adalah hak. Sedangkan penyembahan kalian kepada patung - patung berhala ini adalah bathil. Sekiranya kalian membenarkan dan mengimani dakwah Muhammad Saw, Niscaya kalian akan masuk surga. Sebaiknya, jika kalian mendustakan dan tetap menyembah berhala, niscaya tempat kembali kalian adalah Jahanam dan disiksa selamanya," ucap patung tersebut yang membuat semua kafir Quraisy merasa sangat terkejut.

Orang - orang kafir Quraisy terdiam semuanya, mereka benar - benar heran dengan suara patung itu. Sebagian kaum Quraisy yang berusaha mempermalukan Rasulullah Saw langsung tertunduk malu.

Demikian juga dengan Abu Jahal, ia langsung menggulingkan berhala yang bisa berbicara itu. Sedangkan sebagian yang hadir ketika itu pun ada yang bertobat dan masuk Islam.