Gagal Bertobat, Pemabuk Mati Tragis

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Kesuksesan sejati adalah ketika menjemput maut dengan husnul khatimah. Namun, itu tidak terjadi dalam hidup salah satu teman Manshur bin Ammar. Ia mati tragis setelah gagal bertobat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ilustrasi

Dikisahkan oleh Manshur bin Ammar, ia pernah mempunyai teman yang melampaui batas dalam hal kemaksiatan. Suka mabuk, menantang Allah, dan banyak kemaksiatan lain dilakukannya. Sebut saja namanya si Fulan. Dalam waktu yang cukup lama, Manshur tidak bertemu dengan temannya itu.

Ia pernah mendengar kabar bahwa Fulan menderita penyakit yang cukup parah. Sudah berkali - kali berobat, namun tak kunjung sembuh. Dalam keadaan pasrah, Fulan mengambil mushaf Alquran dan meminta kesembuhan kepada Allah SWT. Akhirnya Fulan dapat sembuh.

Setelah itu Manshur mendengar bahwa sahabatnya itu sudah bertobat. Fulan telah berubah menjadi ahli ibadah yang suka sujud di malam hari. Akan tetapi, tak lama kemudian Manshur mendengar lagi jika sahabatnya itu tengah sakit keras. Kali ini ia pun berinisiatif menjengkuk sahabatnya itu.

TOBAT PALSU
Manshur langsung beranjak ke rumah sahabatnya. Ia ditemui anak perempuan sahabatnya dan mempersilahkannya menjenguk Fulan. Melihat kondisi temannya yang terbaring lemah di atas ranjang, Manshur pun kaget. Muka si Fulan terlihat kehitaman, kedua matanya pun tertutup dan kedua bibirnya bengkak dan menebal. Dengan sedikit rasa takut, Manshur pun memberanikan diri bertanya pada temannya itu, "Wahai saudaraku, perbanyaklah mengucap laa ilaaha illallah."

Mendengar ucapan itu, si Fulan pun langsung membuka kedua matanya dan menatap Manshur dengan penuh kemarahan. Saking besarnya rasa marah itu, sampai ia tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian, Manshur kembali mengulangi perkataan untuk yang kedua kalinya.

"Wahai Saudaraku, perbanyaklah mengucap la ilaaha illallah," Ucapnya.

Saran itu pun ia ulangi hingga tiga kali, lalu si Fulan kembali membuka matanya dan berkata, "Wahai Manshur, saudaraku, kalimat ini telah menjauh dariku."

Manshur pun membalas, "Wahai Saudaraku, di manakah Shalat, puasa, Tahajud dan Shalat malammu ?"

"Aku melakukan semua itu bukan untuk Allah SWT dan tobatku hanyalah tobat palsu. Sebenarnya aku melakukan semua itu supaya aku dikenal dan disebut - sebut orang, aku melakukannya dengan maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk ke dalam rumah dan memasang tirai - tirai, lalu aku minum khamer, mabuk dan menantang Tuhan dengan kemaksiatan - kemaksiatan. Aku terus melakukan itu sampai beberapa masa," Ucapnya kasar.

"Wahai Fulan, Saudaraku, tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah, Zat Mahatinggi dan Mahamulia," ujar Manshur lagi.

SUARA GAIB
Kemudian Fulan mengambil mushaf dan mengacungkannya seraya berdoa : "Ya Allah, demi kehormatan kalam-MU yang ada dalam mushaf ini, bebaskanlah aku dari penyakitku !" kata Si Fulan dalam doanya.

Beberapa saat kemudian, tiba - tiba ia mendengar suara yang seperti memanggil dirinya.

"Wahai Fulan, engkau bertobat tatkala engkau sakit dan engkau kembali kepada perbuatan dosa tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan dan engkau telah binasa di dalam kesalahan - kesalahan'," begitulah suara itu didengar si Fulan.

Tak lama kemudian, Manshur bin Ammar akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun, sebelum sampai di pintu rumahnya, tiba - tiba sampailah kabar bahwa si Fulan telah meninggal dunia dengan keadaan yang tragis.