Kisah Ulama Sufi Tempa Besi Panas Dengan Tangan Kosong

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Jika Allah sudah menghendaki sesuatu pada hamba-Nya, maka itulah yang terjadi. Seperti kisah Abu Hafs yang diberi karomah bisa menempa sebuah besi panas hanya dengan tangan kosong maupun bantuan alat. Berikut kisahnya.

Ilustrasi ( Foto @futurebusinesscouncil.com )

Abu Hafs Al Haddad merupakan seorang tukang pandai besi di Nisyabur. Pada suatu ketika, sebagai seorang lelaki muda, Abu Hafs pernah jatuh cinta pada seorang gadis pelayan. Begitu tergila - gilanya Abu Hafs pada gadis itu, sampai - sampai setiap hari ia selalu gelisah.

"Ada seorang dukun Yahudi tinggal di pinggiran Kota Nisyabur. Ia akan bisa membantu," ucap salah satu teman Abu Hafs yang tak tega melihat keadaannya yang sedang dimabuk cinta.

Dalam waktu singkat, Abu Hafs pun langsung pergi menemui dukun Yahudi yang dimaksud dan menjelaskan masalahnya. Namun dukun itu memberikan nasihat yang sangat bertentangan dengan syariat Islam. Dukun itu berkata, "Selama empat puluh hari, engkau tidak boleh shalat atau mematuhi semua perintah Tuhan dengan cara apa pun, atau melakukan perbuatan baik, sekecil apa pun. Janganlah pernah menyebut nama Tuhan atau berniat baik, apa pun niat itu, setelah itu aku akan membantumu dengan sihir untuk mewujudkan keinginanmu.

AHLI SEDEKAH
Rupanya Abu Hafs langsung melakukan saran dukun itu. Empat puluh hari kemudian, Abu Hafs kembali menemui dukun Yahudi itu. Saat itu si dukun memberikan jimat. Meskipun jimat itu dipakai oleh Abu Hafs, ia tetap saja gagal meraih cinta dari gadis dambaannya itu. Lalu ia pun datang lagi ke dukun Yahudi itu.

"Pastilah sesuatu yang baik telah terjadi melalui dirimu," Ucap si Dukun Yahudi.

"Aku tidak melakukan apa - apa, satu - satunya hal yang aku lakukan adalah ketika aku menuju ke sini, aku menendang sebongkah batu keluar dari jalan agar tidak ada orang yang tersandung olehnya," terang Abu Hafs.

"Jangan plin - plan di hadapan Tuhan. Sesungguhnya Dia tidak menyia - nyiakan perbuatan baik sekecil apa pun yang engkau lakukan," Tambah dukun tersebut.

Setelah mendengar kata - kata tersebut, hati Abu Hafs serasa terbakar. Abu Hafs baru sadar akan kebesaran Allah yang senantiasa membalas setiap kebaikan yang ia lakukan. Ia melupakan gadis dambaannya itu dan kembali fokus pada pekerjaannya.

Dari hasil kerjanya, Abu Hafs mendapatkan uang sebanyak satu dinar. Malam harinya ia menyedekahkan seluruh penghasilannya kepada fakir miskin dan meletakkan uang itu di depan pintu rumah para janda secara sembunyi - sembunyi.

TAKLUKAN BESI PANAS
Lalu pada saat malam tiba, ia mengemis dan berbuka puasa dengan hasil mengemisnya. Terkadang ia mengumpulkan sisa - sisa bahan makanan untuk diolah dan dimakannya sendiri.

Hingga pada suatu hari, dengan tangan telanjangnya ia mengambil besi panas dari dalam tungku. Ia menempatkan besi itu di tempat penempaan. Tak jauh dari Abu Hafs, salah satu anak buahnya sudah bersiap untuk menempanya. Namun Abu Hafs menempa besi panas itu dengan tangannya sendiri tanpa bantuan apa - apa.

"Tuan, apa - apaan ini ?" tanya Muridnya yang merasa heran karena melihat Abu Hafs menempa besi itu dengan tangan kosong.

"Ayo tempa !" Perintah Abu Hafs pada pekerjanya tersebut.

"Tuan, apa yang harus kami tempa ?" tanya mereka. "Besi ini telah jadi," Tambahnya.

Abu Hafs baru sadar, ia melihat besi panas di tangannya dan mendengar suara anak buahnya. "BEsinya telah rapi, apa yang harus kami tempat ?"

Abu Hafs segera melepaskan besi panas itu dari genggamannya. Kemudian ia meninggalkan tempat usahanya. Setelah kejadian itu, ia menjalankan disiplin diri yang sangat keras dan melakukan meditasi dalam kehidupan terasing.