Kisah Pezina Tobat Usai Punya Anak

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Anugerah wajah tampan dan harta yang berkecukupan tak membuat Didin ( nama samaran ) bersyukur dengan melakukan perbuatan baik. Sebaliknya dengan anugerah itu ia justru menjadikannya sebagai alat kemaksiatan. Namun akhirnya ia bertobat setelah melihat anak pertamanya lahir berjenis kelamin perempuan.

Ilustrasi Orang Bertobat ( Foto @syaamilquran.com )

Panggil saja namanya Didin (30), seorang laki - laki yang tampan dan berharta tersebut memang kerap dikenal sebagai "Penakluk Perempuan". Sejak masih duduk di bangku SMA, Didin memang memiliki keahlian khusus dalam menggoda perempuan. Dari situlah ia kemudian bergulat dengan kemaksiatan dari perempuan yang satu ke perempuan yang lainnya.

"Kehidupan masa SMA-ku itu memang rusak, dan aku banyak merusak teman - teman perempuanku," terang Didin.

Perilaku Didin semakin parah ketika dirinya berada di bangku kuliah. Setelah lulus SMA, Didin memilih untuk kuliah di salah satu kampus yang ada di Surabaya. Di kampus itulah Didin kerap melakukan zina dengan teman perempuannya, berbagai tipe perempuan sudah aku permainkan.

"Di kampusku itu, cukup diberi uang saja, mereka sudah mau diapakan saja," terangnya.

SUKA MAKSIAT
Namun petualangan perempuannya suatu ketika tertuju pada seorang muslimah yang berjilbab bernama Dina. Didin mengakui kencantikan perempuan itu membuat dirinya hingga tergila - gila. Namun setiap kali Didin berusaha untuk mendekatinya, perempuan itu selalu menolak.

"Ya mungkin dia tahu kalau aku suka mempermainkan perempuan," Terang Didin.

Hingga pada suatu ketika, usaha Didin yang sudah berlangsung cukup lama membuahkan hasil. Dina memberikan sinyal untuk menerima Didin, namun dengan syarat yang berat, yaitu Didin harus menikahinya.

"Mendengar itu, aku langsung sanggup, karena waktu itu aku melihat itu sebuah tantangan, buka ajakan," terang Didin.

Akhirnya sebelum kuliah kelar, Didin sudah menikahi Dina. Setelah menjadi suami, ternyata kebiasaan buruk Didin kambuh lagi. Ia tetap saja bermaksiat kepada banyak perempuan lainnya, baik dari kalangan mahasiswi hingga anak SMA.

"Aku masih senang pada semua tipe perempuan, jadi aku tak ambil pusing dengan istriku, padahal waktu itu istriku sudah hamil," ungkapnya.

Hingga pada suatu malam, di usia kehamilan yang menginjak sembilan bulan, istri Didin mengeluh sakit pada perutnya. Dina kemudian langsung diberangkatkan ke rumah sakit. Dokter mengatakan Dina sudah waktunya untuk melahirkan.

BERTOBAT
Saat itu Didin tengah berada di luar kota bersama perempuan lain. Setelah diberi kabar kalau istrinya akan melahirkan, Didin langsung pulang menuju rumah sakit tersebut.

Di rumah sakit tersebut Didin langsung masuk ke ruang bersaling mendampingi istrinya. Ketika itulah Didin merasa bersalah kepada istrinya.

"Aku melihat ia berjuang keras menahan sakit dengan keringat di tubuhnya. Aku kasihan kepadanya, dan aku menyesal karena mengabaikannya. Aku baru tahu kalau melahirkan itu susah banget, taruhannya nyawa," tutur Didin.

Hal yang membuat Didin lebih kaget lagi, ketika ia mendapati anak pertamanya ternyata perempuan. Bayi mungil tersebut benar - benar menyentakkan kesadaran Didin atas perbuatannya selama ini.

"Ketika melihat wajah anakku, aku ingat perempuan yang kupermainkan. Aku berpikir bagaimana kalau anakku dibuat demikian juga oleh orang lain ?" Ujar Didin ketika itu.

Pada malam itu juga Didin ingin sekali bertobat. Ia lantas pergi ke Masjid yang tak jauh dari rumah sakit. Ia langsung shalat dan menyatakan tobat kepada Allah.

"Aku berjanji tak akan mempermainkan perempuan lagi. Aku mohon, semoga anakku itu tidak menanggung dosa - dosaku. Aku benar - benar takut jika hal itu terjadi. Semoga Allah mengampuniku." pungkasnya.

Nah, semoga kisah Didin ini bisa bermanfaat untuk kita semuanya dan Jangan biarkan postingan ini berlalu begitu saja tanpa banyak yang membacanya, yuk mari share kebaikan untuk mendapatkan kebaikan dari dalam diri Kita. Amin