Jenazah Anak Saleh, Sujud Di Tengah Api

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement

Ceramah Bersama - Usianya masih begitu muda, akan tetapi ia begitu berbeda dengan para pemuda yang lainnya, sebuah saja namanya Budi. Warga Cirebon ini ditemukan meninggal dunia dalam keadaan bersujud, ketika rumahnya terbakar. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai seorang pemuda yang baik dan taat kepada kedua orang tuanya.

Ilustrasi Kebakaran ( Foto @U-Report )

Beberapa tahun yang lalu warga salah satu desa di Kota Cirebon dikejutkan dengan adanya sebuah peristiwa kebakaran yang memakan korban jiwa. Sore itu aktivitas warga masih berjalan secara normal sebagaimana hari - hari biasanya. Namun, beberapa saat kemudian, tiba - tiba terdengar teriakan warga bersahut - sahutan.

"Kebakaran ... Kebakaran ... !!" teriak beberapa warga kala itu dan dalam sekejap si jago merah pun sudah melahap sebuah rumah sederhana, sementara warga sibuk bahu membahu berusaha memadamkan kobaran api tersebut. Sedangkan tangis warga yang punya rumah pun tak bisa dibendung lagi. ia hanya bisa menangis menatap rumahnya yang sedikit - sedikit atapnya berjatuhan menjadi arang.

Tak ada yang mengira jika di dalam rumah itu masih ada Budi yang sedang shalat di kamarnya. Kedua orang tuanya mengira Budi sudah keluar dan lari ketika tahu kalau rumahnya sudah terbakar. Namun, ketika api sudah membesar, Budi tak tampak terlihat di antara kerumuman warga yang berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

"Budi ... Budi ... !!" suara orang tua Budi menarik perhatian warga sekitar. Mereka langsung melihat ke arah dimana kedua orang tua Budi berada, mereka menanggil - manggil anaknya yang mungkin masih ada di dalam rumah yang sedang terbakar tersebut.

Namun, beberapa warga lainnya mencoba untuk menenangkan orang tua Budi terutama ibunya. Karena, pada saat itu api masih sangat besar dan tak mungkin memeriksa keberadaan Budi di rumah itu.

JENAZAH SUJUD
Setelah berusaha dengan sekuat tenaga, akhirnya api tersebut bisa dipadamkan. Walaupun masih ada percikan - percikan api kecil dan asao yang masih mengepul, tak menghalangi beberapa warga untuk berhamburan memasuki rumah yang sudah hangus terbakar tersebut untuk mencari Budi.

Namun, pencarian tak begitu mudah, warga pun harus hati - hati karena beberapa bagian bangunan rumah tersebut masih panas dan mereka harus menghindari beberapa bara api yang masih ada di depan mereka. Dan akhirnya beberapa saat kemudian, tiba - tiba salah seorang warga memekik keras, "Inna Illahi wa innailaihi Raaji'uun !!!" ucap warga tersebut.

Mendengar suara tersebut warga pun langsung berhamburan menuju ke kamar tempat asal suara tersebut, tak terkecuali kedua orang tua Budi. Ternyata Budi ditemukan sudah meninggal dunia dengan tubuh yang terbakar, sementara posisinya dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Di bawahnya tampak bekas - bekas sajadahnya.

Melihat hal tersebut, tangis kedua orang tua Budi tak bisa dibendung lagi, air mata mereka langsung mengalir deras merasakan kehilangan anak yang sangat berbakti kepada bereka berdua. Dan mereka yakin kalau Budi meninggal ketika ia sedang shalat karena memang anak itu sesaat sebelum kebakaran terjadi tampak terlihat sedang siap - siap untuk melakukan shalat Asar. Jenazah Budi pun langsung diangkat oleh warga untuk dikremasi dan kemudian dikuburkan.

ANAK YANG BERBAKTI
Meninggalnya BUdi, salah satu pemuda terbaik di daerah tersebut, memang menyisakan banyak cerita bagi warga, khususnya ketika Budi ditemukan meninggal dunia dalam keadaan bersujud. Beberapa warga kemudian mencoba mengenang kembali masa - masa hidup Budi yang masih teringat dalam pikiran mereka.

Termasuk juga Halim, salah satu tetangga Budi ini menuturkan bahwa Budi memang dikenal sebagai anak yang sangat baik di lingkungannya. Dan bahkan, Budi dikenal sebagai anak yang sangat patuh dan berbakti kepada kedua orang tuanya, ia kerap kali membantu pekerjaan kedua orang tuannya walaupun tidak diminta ataupun disuruh. Bahkan, Budi sangat senang jika bisa membuat kedua orang tuanya senang.

Disisi lain, Budi juga dikenal tekun dalam beribadah dan menjalankan perintah dan larangan Agama Islam. Dan tidak hanya itu, Budi juga aktif dalam kegiatan - kegiatan keagamaan yang diselenggarakan lingkungannya. Dia juga sangat senang mengaji kibat atau pun mengaji Alquran. Dan itu semua dilakukan oleh Budi dengan perasaan senang dan tulus.

"Ya, dia sering ikut mengaji bersama orang - orang tua. Walaupun dia masih muda, tapi tetap dia mau mengaji bersama orang tua," tutur Halim/

Di samping itu, sikap Budi yang santaun dan ramah kepada orang tuanya dan kepada orang - orang yang lebih tua darinya membuat beberapa warga menaruh simpati pada Budi, sehingga banyak orang yang percaya kepada Budi.

"Dia juga selalu bisa dipercaya anaknya dan bisa bertanggung jawab," Lanjutnya.