Heboh, Suara Balita Selamatkan Jiwa Ibu

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Akhir September pada Tahun 2013 yang lalu dunia dihebohkan dengan ulah seorang balita yang masih berusia dua tahun. Bagaimana tidak, balita itu begitu setia merawat ibunya yang koma bertahun - tahun. Akhirnya suara buah hati itu telah membangunkan ibunya dari koma. Jiwa ibu itu pun selamat. Subhanallah.

Gao Qianbo Dan Ibunya Zhang Rongxiang ( Foto @dailymail.co.uk )

Tiada yang lebih menggembirakan bagi Gao Qianbo (2) selain melihat ibunya tersadar dari koma yang panjang. Akhirnya September 2013 lalu, upayanya dalam merawat ibunya yang lebih dari 2 tahun mengalami koma akhirnya membuahkan hasil. Sang ibu tersadar dari tidur panjang setelah mendengar suara buah hatinya. Jiwa ibu itu pun akhirnya selamat. Tentu saja semua itu terjadi atas kekuasaan Allah SWT.

Ibu Balita itu bernama Zhang Rongxiang yang mengalami koma pasca kecelakaan yang dialaminya di Shuyang Country, Provinsi Jiangsu China. Ketika itu ia sedang hamil, namun dokter yang merawatnya mengatakan Zhang tak bisa pulih. Jadi, dokter hanya menunggu janin dalam kandungan Zhang berkembang hingga bisa dikeluarkan dari rahimnya.

AKIBAT KECELAKAAN
Selama 5 bulan ke depan, suami Zhang yakni Gao Dejin merawatnya di rumah. Lalu, petugas medis yang mampu melakukan operasi caesar untuknya datang dan melakukan operasi untuk mengeluarkan Gao Qianbo dari rahimnya.

Beruntung, sang bayi bisa diselamatkan meski lahir dengan proses caesar oleh tim medis pada tahun 2011. Bayi itu juga sama sekali tak mengalami trauma pasca kecelakaan yang dialami sang ibu. Sejak saat itulah, Gao Qianbo menghabiskan waktunya di samping tempat tidur sang ibu.

Saat Gao Qianbo berusia 2 tahuun, dokter yang memeriksa Zhang heran karena melihat pasiennya terbangun dari tidur panjangnya saat mendengar suara buah hatinya pada bulan Mei 2013. Itulah pertama Zhang melihat wajah putra ciliknya itu. Zhang selamat dan pulih dari keadaan vegetatif ( gangguan kesadaran akibat kerusakan otak ).

Saat masih koma, suami dan anak - anaknya sering memanggil namanya. Namun, tak jarang panggilan ikut - ikutan dalam suara yang kurang jelas "Nya, Ma, ya...nya.." keluar dari mulut si kecil yang belajar bicara. Lama kelamaan, Gao merasakan adanya perbedaan bila sang putra yang memanggil. Dari kepalanya yang berusaha menengok ke arah suara anaknya memanggil, sampai ia mampu membuka kelopak mata.

Suatu hari di bulan Mei lalu, seperti biasanya Gao menggendong si kecil sambil berbicara dengan istrinya di kamar tidur. Ia melihat adanya reaksi di muka istrinya, nampak seperti tersenyum dan tak lama kemudian keluar suara dari mulut istrinya yang mengatakan,"Sudah baik".

Dituturkan oleh Gao bahwa jumlah makanan yang diterima istrinya belum bisa banyak, maka ia dan anak sering memberinya makan agar memperoleh gizi yang cukup.

PENGABDIAN ANAK
Oleh karenanya makanan yang akan disuapkan pada ibunya, sebelumnya dikunyah dahulu. Lalu, dengan makanan yang masih berada di dalam mulut, Anaknya itu naik ke ranjang berlutut di samping kepala ibunya terus memasukkan makanan ke mulut ibunya.

Lalu setelah, Zhang pun hidup normal meski tak bisa mencerna makanan dalam bentuk padat. Ia juga tak bisa mengunyah makanannya sendiri. Untuk menghindari makanan seperti bubur rumah sakit, ia diberi makanan biasa yang Gao Qianbo kunyah hingga lembut dan disuapinya ke mulut sang ibu.

Apa yang diperlihatkan Gao Qianbo itu menceritakan hubungan yang kuat antara ibu dan juga anak.