Abu Nawas : Mencari Telur Di Kolam

Mau Beli Merchandise AKUISLAM.ID Beli Di Sini (DISINI>>)Terima Kasih Buat Sahabat Yang Sudah Beli Merchandise AkuIslam.Id, Semoga Berkah.

Advertisement
Ceramah Bersama - Abu Nawas mendapatkan tantangan untuk mencari telur ayam. Bukannya di kandang, telur - telur itu harus dicari di dalam kolam. Rupanya itu merupakan siasat buruk orang - orang yang tidak menyukai Abu Nawas. Namun, kecerdasan Abu Nawas berhasil mengalahkan siasat itu.

Abu Nawas : Mencari Telur Di Kolam

Kejeniusan otak yang dimiliki Abu Nawas ternyata membuat para menteri di kerajaan yang dipimpin Harun Arrasyid iri hati dan dengki. Itu karena raja telah memberikan banyak kepercayaan pada Abu Nawas sehingga peran mereka kian berkurang. Mereka pun kemudian bersepakat ingin mempermalukan Abu Nawas di hadapan raja.

Para menteri itu mengusulkan agar rasa menggelar sayembara di kerajaan. Sayembara itu untuk mengetahui kualitas para menteri dan orang - orang kepercayaan raja.

SAYEMBARA
Setelah berpikir sejenak, Raja Harun mengabulkan permintaan itu. Hitung - hitung itu dijadikan tontonan yang mengasyikkan. Maka, dipanggillah semua menteri dan orang - orang kepercayaan raja ke Istana. Tak terkecuali Abu Nawas yang hadir sebagai penasihat Raja Harun.

"Wahai semua menteri dan orang kepercayaanku, aku akan adakan sayembara untuk mengetahui sejauh mana kualitas kalian, kalian tahu di depan istana ini ada sebuah kolam air. Aku akan meletakkan beberapa telur ayam di dasar kolam itu. Kalian semua menyelamlah dan ambil kembali telur - telur itu, barang siapa yang berhasil, akan mendapatkan hadiah," terang Raja Harun.

"Mencari telur dalam air ? Apa tidak salah Baginda ?" Adakah Ayam Betina di dalam kolam itu," tanya Abu Nawas keheranan.

Namun, pertanyaan Abu Nawas tak direspon raja. Raja tetap kepada keputusannya.

"Ingat, yang tidak berhasil membawa telur dari dasar kolam, maka hukuman siap menantinya," tegas Raja.

Beberapa saat kemudian, baginda raja menyuruh prajurit meletakkan sejumlah telur di dasar kolam. Kemudian setelah diberikan aba - aba, para peserta langsung menceburkan diri dan menyelam mencari telur.

Demikian juga dengan Abu Nawas. Ia menyelam dengan mencari telur di setiap sudut hingga mengitari kolam, namun tak satu pun telur yang di dapatkannya. Sementara par amenteri yang lain dengan mudah mengambil telur dan memberikan telurnya itu kepada baginda raja.

HADIAH ABU NAWAS
Saat itu Abu Nawas baru sadar bahwa sayembara itu adalah akal - akalan para menteri yang ingin mempermalukan dirinya di depan raja. Maka, Abu Nawas memutar otak.

Waktu yang diberikan raja kepada semua peserta telah habis. Semua telah keluar kolam, kecuali Abu Nawas. Setelah ditunggu beberapa saat, Abu Nawas pun muncul. Tetapi, anehnya, Abu Nawas malah berkokok seperti seekor ayam.

"Mana telurmu ?" tanya Raja.

"Wahai Baginda, yang mempunyai telur adalah ayam betina, hamba ini ayam jantan yang berkokok. Telur hanya dapat dihasilkan oleh ayam betina. Lagi pula para menteri yang lain telah berbuat curang, mereka telah membawa sebutir telur sebelum menyelam," jawab Abu Nawas.

"Apakah benar demikian ?" tanya Raja sambil memandang para menterinya.

Para menteri itu terlihat pucat. Namun, akhirnya mereka mengakui perbuatan curangnya. Mereka juga malu disebut Abu Nawas disamakan dengan seekor ayam betina yang hendak bertelur. Mendapatkan penjelasan itu, baginda tampak sedih dan menggeleng - gelengkan kepala.

"Sekarang saya tahu siapa orang - orang di sekitarku yang berkualitas dan tidak," ujar Raja Harun sembari memberikan hadiah kepada Abu Nawas.