Sunday, June 17, 2018

Ketika Abu Nawas Menjadi Garang

AkuIslam.ID - Siang itu, Abu Nawas pulang ke rumah. Tetapi, tatkala tiba di depan rumah, dia terperanjak kaget bukan kepalang. Dia menemukan rumahnya berantakan dan nyaris tidak berdiri seperti bangunan rumah.

Kisah Abu Nawas

Abu Nawas hanya tertunduk lemas ketika istrinya menyambut dan bercerita, "Tadi pagi pasukan kerajaan membongkar paksa rumah kita. Pasukan kerajaan membawa titah dari Baginda Raja yang katanya semalam bermimpi bahwa di rumah kita terpendam emas dan permata yang tidak ternilai harganya. Karena itu, para pengawal kerajaan yang datang itu lantas menggali rumah kita.

"Aneh, ketika pasukan kerajaan itu menggali dan menggali terus...., tetapi tak menemukan apa pun yang dicari, tidak terucap kata maaf, dan juga rasa bersalah. Apalagi, mau mengganti rugi," lanjut istri Abu Nawas dengan isak tangis.

Abu Nawas langsung terbakar amarah. Mukanya merah, dan badannya panas dingin. Dia pun kemudian memutar otak. Dalam amarahm dia berpikir keras bagaimana agar bisa membalas tindakan brutal sang baginda. Tetapi, belum juga ditemukan cara yang jitu untuk balas dendam.

Abu Nawas hanya bisa berpangku tangan, dan makanan yang disuguhkan oleh istrinya pun tak disentuhnya.

Malam pun tiba, tetapi Abu Nawas belum beranjak dari kursi. Ia masih terpekur di kursi dengan muka penuh murka. Keesokan harinya, Abu Nawas melihat sekumpulan lalat yang menghinggapi makanan Abu Nawas yang sudah basi. Beberapa saat kemudian, entah kenapa dia tertawa kegirangan.

"Istriku, tolong ambilkan sebuah kain penutup untuk makananku dan sebatang besi," pinta Abu Nawas dengan senyum tersinggung.

"Untuk apa, wahai suamiku!"

"Aku sudah punya ide untuk membalas baginda," ucap Abu Nawas pendek.

Setelah itu, Abu Nawas pun berdiri dan secepat kilat pergi ke istana. Setiba di istana, Abu Nawas langsung membungkuk dan memberi hormat kepada baginda Raja. "Ampun, tuanku Raja. Hamba.... menghadap untuk mengadukan perlakuan tamu-tamu hamba yang datang tak diundang. Mereka telah memasuki rumah hamba tanpa izin hamba dan berani memakan makanan hamba."

"Siapakah tamu-tamu itu, wahai Abu Nawas?"

"Lalat-lalat ini, Tuanku," kata Abu Nawas seraya membuka penutup makanan yang dia bawa dengan susah payah ke hadapan baginda raja." Kepada siapa lagi kalau bukan kepada baginda, hamba ini akan meminta keadilan?"

"Lalu, keadilan seperti apa yang engkau inginkan?"

"Hamba hanya menginginkan izin tertulis dari baginda agar dapat menghukum lalat-lalat ini, Tuanku!"

Baginda raja pun tak bisa mengelak. Dengan terpaksa, baginda menandatangani kertas yang memberi wewenang kepada Abu Nawas untuk menghukum lalat-lalat itu di mana pun mereka hinggap.

Setelah izin diberikan, Abu Nawas mulai mengusir lalat-lalat yang hinggap di piring hingga lalat-lalat itu terbang dan hinggap di kaca, vas bunga dna tempat-tempat lain di dalam istana. Dengant ongkat besi yang dibawa dari rumah itu pula Abu Nawas beraksi. Dia mengejar lalat-lalat itu, di mana pun hinggap dan dengan garang memukuli lalat-lalat itu.

Seperti kesetanan, Abu Nawas memukul benda-benda yang dihinggapi lalat-lalat itu. Walhasil, hampir semua benda yang ada di istana baginda raja berantakan dan banyak pula yang hancur akibat Abu Nawas mengamuk sejadi-jadinya. Para menteri dan baginda raja hanya bisa terbengong-bengong saat melihat kejadian itu.

Tapi, mereka semua tidak bisa melarang Abu Nawas karena apa yang dilakukan Abu Nawas itu telah mendapat izin dari sang Baginda. Karena itu, baginda raja hanya bisa menyadari kekeliruan yang telah diperbuatnya atas titah yang dikeluarkan untuk menghancurkan rumah Abu Nawas. Apalagi baginda raja tidak memberikan ganti rugi dan meminta maaf setelah tak ditemukan emas dan permata di rumah Abu Nawas.

Akhirnya baginda raja hanya bisa mengelus dada. Baginda kini sadar bahwa dia tidak dapat berbuat sesuka hati, apalagi sampai berbuat ceroboh terhadap Abu Nawas. Sebab Abu Nawas memiliki banyak ajal yang bisa dia gunakan untuk membalas dendam tanpa sedikit pun bisa dikenai hukuman.

Setelah merasa puas, Abu Nawas kemudian pulang tanpa meminta maaf. Abu Nawas pulang begitu saja, dengan meninggalkan senyum yang lucu, penuh kemenangan dan juga kepuasan. Dalam hati, sepanjang perjalanan pulang Abu Nawas tersenyum sendiri.

Dengan langkah panjang, dia berjalan tergesa-gesa ingin cepat sampai di rumah. Dia ingin segera bertemu istrinya dan bercerita atas kemenangan yang telah dia dapatkan di istana!

Qatar, Negeri Islam Yang Kukuh Memelihara Tradisi

AkuIslam.ID - Berpenduduk sangat minim, tapi memiliki pundi-pundi harta berlimpah. Berharap ingin lebih bisa memperkenalkan negaranya kepada dunia luar, Qatar pernah menjadi tuan rumah Asian Games XV, dan juga banyak program wisata yang kini dimiliki oleh Qatar untuk membuat orang luar lebih mengenal Qatar.

Qatar

NEGARA KECIL YANG KAYA RAYA

Terletak di sebuah semenanjung kecil di Jazirah Arab, Qatar termasuk negeri kecil yang kaya. Penduduknya sangat minim, sekitar setengah juta orang. Dari jumlah itu, menurut perkiraan, penduduk asli Qatar hanya sekitar seratus lima puluh ribuan orang.

Separuh dari jumlah itu terdiri dari polisi dan tentara. Batasnya di selatan adalah Arab Saudi dan sisanya dibatasi Teluk Persia.

Qatar

Tempat berlangsungnya Asian Games XV yang berlangsung tanggal 1-15 Desember 2006 lalu ini, sekitar 95 persen penduduknya beragama Islam. Doha, ibu kota negara ini, membuat banyak persiapan untuk menyambung berlangsungnya pagelaran olahraga terakbar se Asia ini, kala itu.

HIngga dalam tempo lkima tahun, Doha mengalami perubahan yang besar dalam berbagai bidang.

Doha merupakan pelabuhan terkenal di Teluk Persi. Dahulu, Doha merupakan sebuah tempat berniaga yang bergantung kepada hasil tangkapan ikan. Seiring dengan perkembangan industri minyak, saat ini Doha menjadi sebuah kota modern yang banyak dilirik.

Awalnya, ekonomi Qatar difokuskan pada perikanan dan mutiara. Namun, industri mutiara jatuh setelah munculnya mutiara yang dibudidayakan dari Jepang pada tahun 1920-an dan 1930-an. Transformasi ekonomi terjadi pada tahun 1940-an, yaitu pada masa penemuan simpanan minyak bumi.

Sekarang pemasukan utama Qatar adalah dari ekspor minyak dan gas bumi. Simpanan minyak negara ini diperkirakan sebesar 15 miliar barel (2.4 km3).

Diperkirakan Qatar akan tetap fokus pada minyak dan gas bumi. Namun begitu, perekonomian di Qatar sudah mulai mengembangkan sektor swasta. Pada tahun 2004, Qatar Science & Technology Park dibuka untuk menarik dan melayani berbagai usaha berbasis teknologi, baik dari dalam maupun dari luar Qatar.

Dengan PDB $39.607 per kapita pada 2005, ekonomi Qatar termasuk yang paling tinggi di antara negara berkembang. Taraf hidup penduduk Qatar bisa disamakan dengan negara-negara Eropa Barat dengan berbagai layanan sosial dan fasilitas modern. Jadi tak heran jika negerinya kecil saja, tapi uangnya banyak sekali.

AKHIR PEKAN YANG BERBEDA

Ilustrasi

Jika dalam hitungan kalender yang biasa kita gunakan, akhir pekan (weekend) jatuh pada Sabtu dan Minggu, tidak demikian halnya di Qatar dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah. Di sini hari libur jatuh pada Jum'at dan Sabtu. Pada hari itu semua kegiatan diliburkan, layaknya hari Sabtu dan Minggu dalam hitungan kalender Masehi.

Sedangkan hari pertama untuk memulai segala aktivitas adalah Minggu atau Ahad. Bukan hari Senin.

Makanya, Anda tak perlu heran jika sekali waktu berkunjung ke Qatar Anda menjumpai banyak orang yang berlalu-lalang di jalan-jalan pada malam Jum'at. Pada malam itu tempat-tempat perbelanjaan semacam plaza atau mal pun disesaki mobil-mobil yang keluar-masuk.

Di Qatar, hari Jumat merupakan hari besar. Hari itu semua aktivitas harus dihentikan, terutrama ketika sudah tiba waktu shalat Jumat. Bagi anak-anak warga Indonesia yang tinggal di Doha umumnya mereka belajar di sekolah internasional. Namun, jadwal mereka mengikuti hari kerja yang berlaku di Qatar. Sebagaimana yang berlaku di Qatar, libur diberikan pada setiap Jumat dan Sabtu.

Untuk membekali diri dengan pendidikan agama Islam, para orangtuanya mengirim mereka untuk belajar khusus tiap Jumat. Pelajaran nonformal itu diselenggarakan di salah satu gedung di City Centre atau di kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Al-Maahed Street, kawasan Al Salata Al Jadeeda. Guru-gurunya adalah mereka yang punya bekal mengajar agama Islam di Tanah Air.

Selain perbedaan waktu akhir pekan, jam kerja kantor pemerintah di sini pun relatif lebih singkat. Kantor pemerintah mulai buka pada pukul 7 pagi dan tutup pada pukul 2 siang dari Minggu hingga Kamis. Setelah itu, tak ada kantor yang buka.

Sedangkan untuk perkantoran swasta buka mulai pukul 8 pagi hingga 12 siang. Kemudian dilanjutkan dari pukul 4 sore hingga 8 malam. Seperti kata pepatah 'lain ladang lain belalang', lain negara lain pula kebudayaannya. Sebagai negara Islam, Qatar dan negara-negara Islam lainnya di Timur Tengah memiliki tradisi dan kebudayaan yang berbeda dengan negara non-Islam, termasuk dengan Indonesia yang merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia.

TRADISI

Ilustrasi

Jika di banyak negara sekuler, bermesraan di depan umum hampir telah menjadi pemandangan biasa, tidak demikian halnya di Qatar. Sebagai negara Islam, Qatar memiliki tradisi dan kebudayaan yang kental dengan warna keislamannya. Bahkan, di Qatar ada tradisi dan etika tersendiri yang harus diikuti oleh siapa pun yang berkunjung ke sana. Jika tidak, sanksi siap menunggu bagi siapa pun yang melanggarnya. Baik sanksi badan ataupun sanski moral.

Jangankan bermesraan, berpegangan tangan saja (dengan lawan jenis) sangat dilarang di sana. Jangankan bermesraan atau berpegangan tangan, sekedar mengambil gambar atau foto orang lain di tempat publik tanpa izin dari yang bersangkutan saja dilarang. Bisa-bisa kamera Anda diambil dan dirusak secara paksa.

Tradisi dan etika lain yang harus diikuti ketika berkujung ke Qatar adalah ketika seorang pria diperkenalkan kepada wanita, jangan langsung menyodorkan lengan untuk berjabat tangan. Tunggu hingga wanita itu lebih dahulu mengulurkan tangannya. Jika dia diam saja, beri salam secara verbal.

Etika lainnya, jangan pernah duduk dengan kaki disilangkan dan bagian bawah kaki atau sepatu terlihat oleh lawan bicara kita. Di Qatar itu dianggap sangat menghina. Orang-orang Qatar akan sangat marah kalau kita melakukannya.

Yang lebih ekstrem, ketika seorang pria menumpang kendaraan yang kebetulan seorang wanita yang mengendarainya dan hanya berdua, jangan sekali-kali duduk di bangku depan. Lebih baik Anda duduk di bangku belakang. Begitulah etika di sini.

BERKUNJUNG KE MASJID BURUNG

Ilustrasi

Meski di Qatar ada banyak masjid, namun Masjid Burung menjadi pilihan tersendiri. Masjid ini menjadi tempat berkumpulnya orang muslim dari berbagai negara yang ada di wilayah itu. Terutama pada hati Jumat, banyak orang menggunakan mobil dan bus datang dan shalat di sana.

Bentuk bangunannya tidak begitu istimewa. Bangunannya biasa dan tidak bertingkat. Terdapat empat cungkup dan satu tower (menara) di atasnya. Dindingnya di semen seadaanya. Sementara atapnya berwarna putih kehitaman, kena kotoran burung.

Bangunan ini berada di kawasan pusat perbelanjaan tradisional yang disebut Souq Assiri atau Pasar Keluarga. Namun warga setempat menyebutnya Masjid Burung. Sebutan demikian rasanya tidak terlalu berlebihan, sebab ada banyak sekali burung di sekitarnya.

Ratusan burung dara memenuhi atapnya, terkadang turun ke halaman di depan bangunan. Bila ada orang yang membawa makanan, orang itu seolah tertutup dengan burung-burung itu.

Suasana di dalamnya yang amat asri, adem dan luas membuat masyarakat sekitar amat menyukai masjid ini. Seperti umumnya memasuki semua masjid di Qatar, di pelataran luar dan dalam disediakan rak susun terbuat dari kayu untuk meletakkan sandal atau sepatu. Tak seorang pun terlihat menjaganya, apalagi meminta uang untuk jasa penyimpanannya.

Di salah satu ruangan, ada tempat untuk mensucikan najis, di sebelahnya terdapat tempat untuk mengambil air wudhu dengan cara duduk di tempat, dibangun permanen di depan kran air.

Di bagian luar masjid, disediakan tempat bagi jamaah yang ingin shalat di luar atau jika tidak ada tempat lagi bisa di dalam ruangan. Di bagian atas masjid terlihat ada anyaman dari bambu, seperti digunakan di desa-desa di Pulau Jawa sebagai dinding rumah. Tapi, warga setempat tidak tahu dari mana didatangkan benda yang mirip dengan dinding ghedek yang ada di Indonesia itu.

Begitu memasuki ruangan di dalam masjid kesan megah sangat terasa. Berbeda jauh dengan arsitektur bangunan luarnya yang terlihat biasa. Apalagi letaknya di tengah pertokoan. Masjid ini memiliki banyak pintu, namun tidak berjendela. Terdapat banyak tiang lain sekitar 10 meter. Sementara lampu yang cukup banyak, membuat ruangan itu terang benderang.

Anehnya, meski ada ratusan burung, namun burung-burung itu tidak ada yang masuk ke bagian dalam. Sehingga suasana di pelataran atau halaman dalam masjid terlihat bersih. Jamaah Shalat Jumat di Masjid Burung beragam, baik pakaian maupun perawakannya. Ada yang mengenakan jubah, namun banyak yang berpakaian biasa seperti orang kerja. Beberapa di antaranya mengenakan celana jins serta jaket, karena udara di Doha dingin.

KEBEBASAN BERIBADAH

Ilustrasi

Sebagaimana Saudi Arabia, keluarga kerajaan Qatar berlatar belakang puritan Wahabi dan penganut Sunni. Syariah Islam juga menjadi sumber utama perundang-undangan. Namun demikian, Qatar memiliki sistem politik yang relatif demokratis. Konstitusi membentuk parlemen yang beranggotakan 45 orang yang disebut Dewan Penasihat (DP), dengan 30 anggota diangkat berdasarkan pemilu. DP memiliki otoritas untuk menyetujui APBN dan memonitor otoritas eksekutif yakni penguasa yang disebut amir.

Meski sekitar 95 persen penduduknya beragama Islam, namun negara menjamin kebebasan untuk beribadah kepada pemeluk agama lain. Setidaknya itu terlihat pada pasal 50 dari konstitusi yang menjamin kebebasan untuk beribadah, berlaku pada semua agama. Gereja Anglikan untuk kawasan Teluk Persia berpusat di Doha. Umat Kristiani dapat berkumpul bebas di gedung atau vila pribadi, di mana pastor atau pendeta dapat mengadakan misa.

Yang tak kalah pentingnya, Qatar memberikan perhatian penting terhadap kebebasan pers. Pasal 48 Konstitusi Qatar menjamin kebebasan pers. Pada Maret 1998, amir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani menghapus departemen penerangan. Dengan demikian, berakhirlah sensor media cetak maupun elektronik. Entitas media milik negara menjadi institusi publik yang independen.

Kebebasan pers ini pada gilirannya memperluas horizon sumber berita Arab paling spektakuler, Al Jazeera, yang didirikan pada 1996.

Meski syari'at Islam menjadi sumber utama perundang-undangan di Qatar, namun umat Islam di Qatar relatif 'terbuka'. Perempuan Qatar bebas menyetir mobil dan bercelana jeans. Perempuan memiliki hak politik sama dengan lelaki. Menteri Pendidikannya juga seorang perempuan.

Khasiat Madu Dan Getah Lebah

AkuIslam.ID - Madu sebagai obat yang menyembuhkan bagi manusia dijelaskan dalam Surat an-Nahl ayat 69.

Madu

Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina membenarkan hal ini.

Dalam konferensi tersebut, pada ilmuwan mendiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.

Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit.

Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2004 pasiennya sembuh.

Sejumlah dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (beeresin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.

Keajaiban Besi, Ternyata Dari Bintang-Bintang Luar Angkasa

AkuIslam.ID - Besi tidak dihasilkan dari dalam bumi. Besi dibawa dari bintang-bintang yang meletup dalam angkasa melalui meteor, dan telah 'diturunkan ke dalam bumi'.

Besi

Setidaknya itulah menurut Harun Yahya, sebagaimana ditulis dalam harunyahya.com. lebih lanjut disebutkan, penemuan astronomi modern telah menyingkap bahwa besi yang ada di bumi ini berasal dari bintang-bintang di luar angkasa.

Katanya, unsur-unsur berat dalam alam semesta dihasilkan dari dalam nuklid bintang besar.

Sistem solar kita, bagaimanapun, tidak mempunyai struktur yang sesuai untuk menghasilkan besi.

Besi hanya dapat dihasilkan dalam bintang yang lebih besar daripada matahari, ketika suhunya mencapai ratusan juta derajat.

Apabila jumlah besi melebihi peringkat tertentu dalam sebuah bintang, bintang ini tidak dapat lagi menampungnya.

Akhirnya, ia meledak dalam satu ledakan yang disebut 'nova' atau 'supernova'. Sebagai satu hasil dari ledakan ini, meteor yang mengandung besi berserakan ke seluruh alam semesta, dan mereka bergerak melalui ruang di angkasa sehingga ditarik oleh daya gravitasi suatu benda di cakrawala.

Bahwa secara fisika besi diturunkan dari luar angkasa merujuk pada firman-Nya, "....Dan Kami telah menurunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia." (QS. al-Hadid: 25).

Pencetus Satu Hari 24 Jam

AkuIslam.ID - Kita semua mafhum bahwa satu hari terdiri dari 24 jam, separuh siang dan separuh malam.

Waktu

Akan tetapi, mungkin Anda pernah bertanya-tanya siapa yang pertama kali membuat patokan itu.

Lalu, Tahukah Anda, siapa yang pertama kali menetapkan bahwa satu hari adalah 24 Jam?

Orang pertama yang menetapkan patokan itu adalah seorang astronom Muslim, al-Battani. Ia mengubah sistem perhitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian (jam) menjadi 12 bagian (jam).

Dan setelah ditambah 12 jam waktu malam sehingga berjumpalah 24 jam.

Indtrofuksi al-Battani ini kemudian diambil alih oleh astronom-astronom Eropa belakangan.

Dan karena Eropa menguasai perkembangan sains astronomi modern sejak abad ke-17 M, patokan satu hari menjadi 24 jam ini menjadi populer dalam kehidupan sehari-hari sekarang.

Tato Mengancam Kematian

AkuIslam.ID - Pandangan 'negatif' sementara orang terhadap orang yang memakai tato boleh jadi tak terlalu berlebihan.

Tato

Sebab, selain sakit, tato memiliki banyak dampak negatif. Di antaranya, sebagaimana yang dilansir dari thesahara.net, memakai tato rentan menimbulkan infeksi penyakit pemakan tubuh yang disebabkan oleh virus MRSA (Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus).

Virus ini merupakan virus yang sangat berbahaya dan mematikan.

Orang yang terkena virus ini tubuhnya akan hancur sedikit demi sedikit.

Mula-mula, virus MRSA ini menyebar dalam bentuk benjolan-benjolan kecil atau bagian-bagian kulit yang meradang.

Pada skala yang lebih jauh, virus ini rentan terhadap timbulnya radang paru-paru atau kanker darah.

Dalam sebagian kondisi, dapat menyebabkan terserang peradangan tipis yang mematikan sel-sel yang pada akhirnya 'memakan tubuh'.

Hadits nabawi 1400 tahun yang lalu telah mensinyalir bahwa Rasulullah Saw melaknat 'wanita yang mentato dan minta ditato'. Boleh jadi inilah salah satu hikmahnya. 

Dubur Jenazah Mengucurkan Darah

AkuIslam.ID - "...Allah telah mengalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba) maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urus-annya (terserah) kepada Allah. Orang-orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (Al-Baqarah: 275).

Ilustrasi

Tubuh kekar Mbah Kusno (60 tahun, bukanlah nama sebenarnya) yang dulu pernah dibangga-banggakan semasa masih muda dan menjadi tentara, kini rupanya tinggal menjadi kenangan manis. Jika dulu ia sombong dengan tubuh berotot yang dimilikinya dan membuat dia ditakuti warga kampung sehingga hal itu membuatnya dapat bertindak kejam dan berlaku sewenang-wenang, kini semua kenangan itu haruslah dikubur dalam-dalam.

Sebab di usia senjanya, tubuh Mbah Kusno tidak lagi berotot seperti dahulu. Dengan bertambahnya usia yang kian menua, lelaki itu tak dapat berbuat apa-apa dan tubuh kekarnya kini malah sudah digerogoti penyakit, sehingga tidak lagi kuat, tegar dan kokoh seperti tatkala masih muda lagi. Sebaliknya, tubuh laki-laki bekas tentara itu malah tinggal tulang dan kulit di usia senjanya setelah mengalami sakit selama tiga tahun tidak sembuh-sembuh.

NASIB TRAGIS DI UJUNG SENJA

Setelah tiga tahun lelaki itu didera sakit, tubuhnya kini hanya dapat terbaring di atas ranjang. Dalam sebuah ruangan sempit, tidak banyak yang bisa diperbuat oleh lelaki tua renta itu. Sebab, tubuh lelaki yang sudah memiliki lima anak itu tinggal tulang dan kulit. Akibatnya, dia harus menjalani hari-harinya yang menyedihkan dengan tergeletak lemas di atas ranjang. Tak ada gerakan yang terlihat, kecuali tatapan mata yang kadang menerawang kosong.

Ilustrasi

Seluruh kulitnya sudah keriput dan daging di tubuhnya seperti menempel di tulang belakang. Seakan, daging yang dimiliki sudah terkikis habis digerogoti usia. Tak lagi ada gumpalan daging dan yang tinggal hanya tulang dan kerangka tubuh yang gering. Kering.

Padahal, sejak tiga tahun didera sakit menahun, beberapa dokter yang diundang telah berusaha memberikan obat dan suntikan. Tapi ia tetap saja tak kunjung sembuh. Hari berlalu selama tiga tahun, tidak membawa hasil apa pun. Malahan kian hari penyakit yang dideritanya membuat fisiknya semakin lemah dan membuat tubuhnya kurus. Akibatnya laki-laki itu kini jadi bertubuh tipis bak triplek yang terbujur lemas di atas kasur.

Kondisi memprihatinkan itu, jelas membuat istri Mbah Kusno. Ijah (50 tahun, bukan nama sebenarnya) tidak tahu lagi harus berbuat dengan cara apa untuk menolong suaminya. Segenap tenaga telah di curahkan untuk merawatnya supaya suaminya sembuh; bisa berjalan, kerja dan tidak merepotkan seisi rumah.

Namun, semua usaha Ijah itu seperti sia-sia belaka. Selama tiga tahun, ternyata Ijah hanya mendapatkan rasa capek; menyuapi dan membersihkan kotoran yang dikeluarkan Mbah Kusno, mulai air seni, ludah dan kotoran yang di keluarkan setiap harinya. Akibatnya, Ijah dan dua anak lelakinya yang masih tinggal serumah harus kerepotan.

Apalagi, segala cara telah di tempuh Ijah, baik mengundang beberapa dokter, dukun dan juga ahli pengobatan tradisional. Namun, Mbah Kusno tidak kunjung sehat. Sebaliknya, kian hari tubuhnya seakan kian habis, kurus dan malah sekarang telah mengalami sakit tiga tahun; tinggal tulang dan kulit.

"Seisi rumah seperti dibuat putus asa. Dengan cara apa Mbah Kusno disembuhkan. Sementara, tubuh Mbah Kusno semakin hari kian kurus dan setelah tiga tahun berlalu, malah hanya tinggal tulang yang tertinggal di tubuh. Juga, tidak ada orang yang menengok. Toh, jika ada hanya kerabat dekat karena Mbah Kusno tak disukai warga. Saya sendiri sewaktu belajar kelompok dengan anaknya, dibuat merinding melihat Mbah Kusno terbaring seperti itu. Saya malah mengira Mbah Kusno yang terbaring di atas ranjang seperti tengkorak hidup. Sebab, tubuhnya tinggal tulang dan kulit," cerita Laela S. (32 tahun, bukan nama sebenarnya).

SAKARATUL MAUT TIGA HARI

Ilustrasi

Setelah tiga tahun menderita sakit, Mbah Kusno akhirnya meradang kesakitan pada suatu malam. Jeritan dan erangan yang terdengar dari ruangan kamar Mbah Kusno, membuat Ijah dan dua anak lelakinya lari buru-buru menjengok keadaan Mbah Kusno. Saat itulah, seisi rumah tahu Mbah Kusno sedang sekarat. "Aduh.... aduh," erangnya menahan rasa sakit.

Tahu Mbah Kusno sudah diambang kematian, Ijah mengajari suaminya itu menyebut nama Allah. Tetapi, tuntunan yang dilantunkan Ijah hanya memantul ke dinding. Seolah-olah Mbah Kusno tak mendengar. Bahkan usaha kedua anak lelakinya yang menenangkan Mbah Kusno, seperti tidak berarti. Sebaliknya Mbah Kusno malahan melonjak-lonjak terus.

Malam bergulir dan tengah malam pun tiba, rupanya Mbah Kusno kembali normal dan berhenti menjerit. Sisi rumah menjadi tenang. Namun, esok harinya, kondisi yang sama terjadi kembali. Begitu juga di malam ketiga yang akhirnya membuat seisi rumah berkabung. Mbah Kusno menghembuskan nafas terakhir setelah merasakan kesakitan tak terkira dan terus melonjak-lonjak di atas kasur.

SEPI PELAYAT

Ilustrasi

Rumah megah yang dibangun almarhum susah payah itu, akhirnya diliputi kesedihan setelah kepergian Mbah Kusno. Aneh, kepergian Mbah Kusno rupanya menjadikan rumah megah itu tetap sepi. Hingga fajar menyingsing, tak ada tetangga yang datang. Tetangga bukan tak tahu, kalau Mbah Kusno meninggal, melainkan memang malas untuk melayat.

Sedih ditinggal pergi ayahnya dan ditambah lagi dengan tak ada tetangga yang datang melayat, membuat Aryo (25 tahun), salah satu anak lelaki Mbah Kusno bertindak dengan mendatangi satu per satu rumah warga.

"Bapak saya telah meninggal semalam, kami minta tolong untuk dibantu."

Anehnya, hampir sebagian warga yang didatangi membalas ucapan pedas," kubur saja sendiri!"

"Ucapan sebagian warga yang seakan menyalahkan itu memang bukan tanpa alasan. Sebab memang almarhum tak disukai sebagian warga sehingga ketika meninggal itu rumah almarhum terlihat sepi pelayat," cerita Laela S.

Meski demikian, akhirnya ada juga beberapa orang yang datang melayat. Saat hari menjelang siang, beberapa datang meski tidak seberapa, hanya mereka yang merasa kasihan.

DARI DUBUR JENAZAH KELUAR DARAH

Ilustrasi

Setelah beberapa pelayat datang, jenazah pun akhirnya diurus. Tapi, saat jenazah mau diangkat untuk dibawa ke tempat pemandian, ternyata dari dubur jenazah ditemukan darah menetes. Juga, ranjang bekas jenazah pun terlihat digenangi darah.

Atas permintaan keluarga, jenazah cepat-cepat dimandikan, dan harapan jika nanti setelah dimandikan bisa berhenti. Nyatanya, saat dubur jenazah dibersihkan, ternyata kondisi duburnya justru memprihatinkan. Darah terus keluar. "Saat meninggal, dari dubur jenazah keluar darah tiada henti. Meski sudah disumbat dengan kain dan kapas berulangkali, tetap saja darah itu mengucur terus," cerita Laela S.

Keluarga merasa panik, bingung setengah mati. Berkali-kali dubur disumbat, darah masih juga keluar terus dan sampai jenazah usai dimandikan pun, darah tak henti mengucur. Seperti tidak bisa dihentikan, akhirnya keluarga memutuskan segera merampungkan prosesi pemandian jenazah.

Jenazah pun kemudian di bungkus kain kafan dengan segera, mengingat semua usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil. Setelah itu, jenazah juga cepat-cepat dimasukkan ke dalam keranda dan keluarga minta untuk segera dishalati. Selain sudah tidak lagi bisa berbuat banyak dengan kondisi jenazah yang mengeluarkan darah terus, juga dikarenakan keluarga malu dan khawatir prosesi pemakaman bisa kemalaman.

Setelah jenazah usai dishalati, lalu keranda jenazah diangkat untuk dibawa ke tempat pemakaman. Tetapi ketika keranda hendak dikeluarkan dari rumah itulah, ada keanehan yang membuat para pengantar dibuat terheran-heran. Sebab, kaki keranda tiba-tiba patah. Untung, jenazah tak sampai terjatuh dari keranda. "Sewaktu keranda jenazah hendak diangkat untuk diberangkatkan itulah, ternyata kaki kerandanya patah," tutur Laela.

Dengan kondisi itu akhirnya membuat para pelayat, memutuskan untuk membopong jenazah daripada dubur jenazah juga mengucurkan darah yang mengotori keranda. Selain itu, juga dikarenakan rumah almarhum tidaklah jauh dengan tempat pemakaman umum sehingga tidak terlalu merepotkan.

Empat orang pelayat, akhirnya berinisiatif membuka keranda dan mengambil jenazah untuk memudian dibopong. Namun saat keranda dibuka itulah, darah yang keluar dari dubur jenazah membuat kain kafan yang putih dengan demikian terlihat memerah di bagian dubur akibat kucuran darah tiada henti keluar dari dubur jenazah. Bahkan, ketika jenazah diangkat untuk dibopong saja pelayat, dari dubur jenazah terlihat nyata meneteskan darah. tetes-tetes darah itu memercik di lantai dan dari satu-dua tetesan kemudian melebar dan melebar.

Mungkin itu merupakan satu prosesi pemakaman yang memprihatinkan. Karenanya, jenazah cepat-cepat dibawa ke tempat pembaringan terakhir. Sepanjang perjalanan itu, darah juga masih mengucur dan para pelayat membisu menelan ludah sepanjang perjalanan dengan diiringi oleh alunan kalimat keagungan Allah yang dikumandang beberapa warga.

Tak lama kemudian, jenazah sampai di tempat pemakaman. Darah masih mengucur terus. Modin (pemimpin prosesi pemakan di kampung) yang telah mendapatkan pesan dari keluarga pun tanggap dengan kondisi yang terjadi sehingga dengan cekatan mempercepat dan tidak membuang-buang waktu mengurus jenazah yang kondisinya sudah memprihatinkan. Meski darah terus saja mengucur, toh jenazah tetap dimasukkan ke dalam liang kubur.

Kondisi itu jelas membuat para pelayat merasa pemakaman itu adalah pemakaman ganjil. Namun, semua warga seperti tahu kalau prosesi pemakaman itu terjadi dengan aneh semata-mata almarhum semasa hidupnya dikenal sebagai orang tidak baik. Selama pulang dalam benak para pelayat terbayang masa-masa lalu almarhum yang memang dikenal kurang baik di mata sebagian besar warga kampung Halimun (bukan nama sebenarnya).

RENTENIR DAN KIKIR

Ilustrasi

Sebagimana diturutkan Laela S, Mbak Kusno itu adalah seorang rentenir. Selain itu, meski ia termasuk orang cukup kaya di kampung Halimun, ternyata dikenal kikir. Bahkan sebagai rentenir Mbah Kusno tergolong cukup kejam dan tidak berperasaan.

"Bagaimana tidak kejam? Jika peminjam tidak mengembalikan uang tepat waktu yang ditentukan, dia tidak segan-segan mengambil barang milik peminjam. Bahkan dari kekejaman Mbah Kusno itu, tidak sedikit pula orang kampung yang kehilangan sawahnya hanya karena meminjam uang yang awalnya cuma berjumlah sekitar 100.000 saja. Karena, Mbah Kusno memberikan patokan bunga sebesar 20% per-bulan dari uang yang dipinjamkan" tutur Laela

"Cerita itu tidak asing di telinga warga Halimun. Bahkan karena patokan bunga yang tinggi itu, malah ada seorang tetangga yang masih menanggung utang meski Mbah Kusno telah meninggal. Utang itu lalu ditagih oleh istrinya. Padahal, sang tetangga semula pinjam uang karena mau pergi merantau ke Sumatera. Ia pinjam uang hanya Rp. 200.000,- saja. Dan karena orang yang meminjam itu tidak mampu mengembalikan dengan bunga yang terus beranak, akhirnya utang itu masih menumpuk sehingga kini masih ditagih istri Mbah Kusno," kisah Laela lebih lanjut.

Padahal, Mbah Kusno itu juga seorang haji. Anehnya, meski sudah berhaji ternyata tingkah laku dan perilakunya tidak baik, Orangnya kikir, sehingga oleh warga di juluki sebagai haji seringgit.

"Ada cerita unik yang didengar dari sesama orang yang naik haji bersamanya. Mbah Kusno sewaktu pergi haji itu tidak pernah melakukan apa-apa karena setiap kali keluar dari penginapan selalu saja muntah-muntah. Katanya, ia mencium bau tahi orang Badui. Padahal, kata orang yang pergi haji bersamanya tidak mencium bau apa-apa. Cuma dia saja. Dari peristiwa itu, orang kampung menganggap bahwa itu balasan dari Allah," cerita salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya.

Selain dikenal sebagai rentenir dan kikir. Ia juga tak segan-segan untuk mengakui tanah milik orang lain sebagai miliknya. "Di belakang rumahnya itu ada seorangjanda, yang tidak memiliki anak. Bahkan dia kasihan, eh.... malah tanah di belakang rumahnya itu disebarkan ke orang-orang telah dia beli. Padahal, dia tidak membeli, tetapi mengakui begitu saja. Akhirnya, yang punya tanah itu pun mati sehingga tanah itu jatuh ke tangannya. Hal itu mudah dilakukan, sebab dia seorang yang kaya dan bisa melakukan apa saja. Sehingga dengan melobi aparat, tanah itu pun akhirnya menjadi miliknya." cerita Laela.

Rupanya, kesewenangan dan kekuatan tubuh Mbah Kusno sewaktu masih muda itu ternyata di akhir hayatnya sama sekali tidak bisa menolong derita yang dialaminya. Saat dia menderita sakit dan dimakan usia, tubuhnya tinggal tulang dan kulit. Sungguh menyedihkan, karena selain itu juga jenazahnya sejak dimandikan sampai dimakamkan mengucur darah terus dan tiada henti.