Wednesday, August 15, 2018

Rajin Sedekah Dapat Mobil

AkuIslam.ID - Impian memiliki sebuah mobil dilakukan Haris dengan cara rajin sedekah. Ia yakin, jika nantinya sedekah yang ia keluarkan akan diganti berlipat-lipat oleh Allah SWT. Tak lama kemudian, impiannya dikabulkan Allah SWT. Berikut kisahnya.

Ilustrasi

Sebenarnya Haris sudah pernah mendengar tausiyah dari Ustad Yusuf Mansur di televisi mengenai Sedekah, namun ia belum terlalu memperhatikannya. Barulah ketika mendapatkan saran dari temannya tentang konsep sedekah, ia mulai melakukannya. Temannya menguraikan panjang lebar manfaat luar biasa dari rutinitas sedekah. Haris manggut-manggut tertarik.

Keesokan hari, Haris memborong buku, kaset dan CD yang membahas mengenai Sedekah untuk menambah keyakinannya. Alhamdulillah, proses itu relatif mudah, lantaran Haris lahir dan besar dalam lingkungan keluarga yang taat beragama.

TOTALITAS SEDEKAH

Shalat 5 waktu pun tak pernah ia tinggalkan sedari kecil. Jadi, setelah diperkenalkan konsep sedekah dan ibadah-ibadah sunah, Haris tidak terlalu kaget. Setelah tahu konsep bahwa sedekah bisa dikali 10, 100, bahkan 700 kali lipat, Haris memberanikan diri untuk sedekah secara total.

Haris punya uang pribadi tidak banyak. Tetapi setelah tahu konsepnya, Haris tidak ragu lagi menyedekahkan banyak uang. Jadi, apa saja yang ia lakukan sehingga Haris bisa punya mobil Toyota Vios seharga diatas 100 Juta?

Begini ceritanya, Awal Maret, Haris mulai rutin setiap malam mengerjakan shalat Tahajud, shalat Tobat, dan Shalat Hajat. Pagi harinya Haris selalu shalat Dhuha. Seperti yang dikatakan Ustad Yusuf Mansur, ibadah harus optimal. Haris pun pol-polan dalam ibadah. Yang sedikit spesial yang Haris lakukan mungkin dalam hal sedekah. Selain ibadah rutin selama sebulan penuh, Haris seringkali menyedekahkan seluruh uang dalam dompet Haris.

Jadi, dalam sebulan itu, bisa dihitung dengan jari tangan berapa kali Haris bersedekah. Jika misalnya hari ini ada duit lebih dari Rp. 10.000,- maka 80-90% Haris sedekahkan. Bahkan sering kali sampai habis uang Haris demi disedekahkan.

Tentunya semua ini disertai dengan niat ikhlas karena Allah akan menggantinya. Haris percaya 100% bahwa Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya yang rajin bersedekah hidup dalam kesusahan. Alhamdulillah, selama sebulan itu Haris memang tidak pernah kekurangan, walaupun di kantong Haris tidak ada uang.

Puncaknya, Haris bersama beberapa rekan menguncang Ustad Ahmad Jameel ke Padang. Haris berniat menjadi simpul sedekah di PPPA Daarul Quran, sekaligus memberi tips Haris yang sedang punya hajat memiliki kendaraan roda empat, Haris tahu, minimal Haris harus sedekah dimuka 10%nya.

REZEKI TAK TERDUGA

Allah SWT memang tidak pernah bohong dengan sgeala firman-Nya. Pada pertengahan April, Ayah Haris yang bekerja di Makasar menelpon Haris. Beliau mengatakan ingin mengambil mobil sedan untuk kami sekeluarga yang tinggal di Padang. Beliau memberikan bantuan uang cash sebesar 30 Juta setelah uang itu digabung dengan uang Haris dan uang pinjaman dari sebuah bank yang sangat lancar sekali proses pencairannya. Haris akhirnya bisa mengambil Toyota Vios. Subhanallah, itu benar-benar rezeki yang tidak Haris duga.

Alhamdulillah, sekarang Haris sudah punya mobil dengan cicilan yang Haris lunasi per bulan dari keuntungan bisnis Haris. Berkat izin Allah pula, sekarang usaha Haris malah tambah maju. Selain itu, kini Haris mendapat banyak tawaran jodoh dari Allah karena bersedekah. Terbukti dengan adanya tiga wanita yang ingin ta'aruf dengan Haris. Subhanallah.

Darah, Cairan Dan Sumpah Dilanggar

AkuIslam.ID - Ada berapa macam darah dan jenis cairan yang dikeluarkan seorang wanita? Apa benar seorang lelaki juga ada empat macam cairan yang keluar? Dan benarkah air mani tidak najis?

Ilustrasi

Jika kita bersumpah atas nama Allah dalam keadaan marah yang sangat besar dan akhirnya sumpah itu terlanggar atau tidak tertepati, apakah kita akan berdosa besar?

Benarkah setiap sumpah yang terucap atas nama Allah dan tidak tertepati termasuk nadzar?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirimkan oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Taiwan

Ada tiga, yaitu 1) darah menstruasi (haidh); 2) darah melahirkan (nifas); dan darah penyakit (istihadhah). Sementara itu, kalau cairan ada tiga macam, yaitu 1) wadi, yaitu cairan yang keluar kalau seseorang itu sedang kelelahan. Itu najis.

Cara membersihkannya cukup dibasuh dan disiram dengan air. Orang cukup berwudhu kalau mau shalat. 2) madzi, yaitu cairan yang keluar dari seseorang karena terangsang. Itu najis.

Cara membersihkannya dengan dibasuh dan disiram dengan air. Orang cukup berwudhu kalau mau shalat. 3) mani, yaitu ait yang hukumnya tidak najis, tapi harus mandi untuk mensucikan diri kalau mau beribadah. Untuk urusan cairan, antara laki-laki dan wanita itu sama.

Ada tiga cairan. Bisa juga empat, kalau ditambah dengan air kencing, yang hukumnya najis. Kalau mani tidak najis.

Kalau kita bersumpah atas nama Allah, padahal tidak sesuai dengan apa yang dikatakan, maka kita terkena empat tahapan kifarat. Pertama, kita harus membebaskan seorang budak. Kedua, kalau tidak sanggup, kita memberikan pakaian (satu stel) kepada 10 fakir miskin. Ketiga, kalau itu tidak sanggup, kita memberi makan 10 orang fakir miskin dalam 10 hari. Keempat, kalau itu tidak sanggup, puasa tiga hari. Karena itu, kita jangan sembarangan bersumpah demi nama Allah, seperti billahi, wallahi, dan tallahi.

Setiap sumpah tidak selalu adzar. Apa yang Anda maksudkan itu bukan adzar. Nadzar itu sesuatu yang kita janjikan ketika berhubungan dengan sesuatu, misalnya "Kalau anak saya dalam tes masuk kuliah di Fakultas Kedokteran UI akan lulus, maka saya akan memberi Rp. 1 Juta kepada fakir miskin." Nah, memberi makan fakir miskin itu kemudian akan berhukum wajib ketika anak kita ternyata lulus masuk kuliah di Fakultas Kedokteran UI. Nadzar adalah kewajiban yang diwajibkan oleh diri sendiri.

Status Pohon Di Tanah Orang

AkuIslam.ID - Bolehkan saya memetik buah yang pohonnya dulu suami saya yang tanam? Tapi, karena ada pertikaian sedikit antara kakak ipar, sekarang tanah yang ditanami pohon milik saya itu kini jadi milik kakak ipar.

Ilustrasi

Kalau sekarang pohon tersebut ditebang karena menghalangi kabel listrik, apakah harus minta izin terlebih dulu kepada kakak ipar? Apa yang harus saya lakukan?

Berdosakah memakai atau mengambil yang dulu milik kami, tapi sekarang tanah tersebut milik kakak ipar?

Diatas adalah pertanyaan yang dikirim oleh Sahabat AkuIslam.ID dari Hongkong.

Tidak boleh. Pohon yang tumbuh di tanah orang, artinya menjadi milik orang, kecuali kalau batangnya itu masuk ke dalam tanah milik kita, maka bagian batang beserta pohon yang menjalar ke tanah kita itu yang termasuk milik kita.

Ya, harus minta izin dulu, karena pohon itu milik dia, kecuali kalau bagian batangnya menjalar ke area jalan, maka kita boleh memotong bagian yang menjalar itu.

Ya, berdosa, karena sudah menjadi milik orang lain.

Minum Baik-Baik Dan Sejumlah Khasiatnya

AkuIslam.ID - Meminum air bukan semata ritual menghilangkan dahaga, tapi juga mengajarkan hidup yang sehat dan bermakna. Dan Nabi mengajarkan hal-hal demikian.

Ilustrasi

Tahukan Anda, saat Anda meminum air langsung menenggak, itu berarti Anda meminum dengan cara kurang ajar? Barangkali Anda tak menemukan referensi hal ini dalam kehidupan nyata, tapi jika lambung Anda bisa bicara, maka dia akan membenarkan hal itu.

Ya, meminum langsung tenggak ternyata tak baik buat lambung. Asupan cairan sekaligus akan membuat lambung kaget dan "kewalahan". Karenanya, minum cara ini sangat dilarang bagi penderita maag. Lambung yang kaget akan membuat maag makin meradang.

Saat meneguk minuman pertama kali, uap yang berasal dari jantung dan lever orang minum naik ke atas, karena masukknya air ke dalam tubuh. Uap panas itu terdesak alami dan akan keluar dengan normal. Sementara kalau seseorang meneguk minumannya sekaligus, maka turunnya air akan bersamaan dengan naiknya uap ke atas hingga terjadi saling tolak-menolak dan dorong-mendorong. Inilah yang membuat efek buruk bagi tubuh.

Selain minum bertahap, minum baik-baik juga terkait dengan posisi. Penelitian terbaru menyebut minum dalam posisi duduk lebih baik dibanding dalam posisi berdiri. Sekalipun kadang tak terlalu dirasakan, minum berdiri ternyata dapat menyebabkan air yang kita minum tidak mengalir secara optimal dan tak bisa bertahan dalam lambung dengan tenang.

Akibatnya, lever tidak dapat menyirkulasikannya ke seluruh organ tubuh dengan baik. Bahkan ada pula yang menyebut minum sambil berdiri bisa mengakibatkan pengendapan saluran ureter yang menyebabkan kristal ginjal. Ini terjadi karena saat minum sambil berdiri air langsung masuk ke kantong kemih.

Minum sambil duduk biasanya akan menjadi sugesti bagi ketenangan yang akan membuat orang lebih rileks. Rasa rileks inilah yang bisa membuat orang minum dengan bertahap yang banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan.

Pertanyaan: apakah hal ini diajarkan pula oleh Nabi Muhammad Saw? Jawabnya: Tentu saja. Bahkan yang diajarkan Nabi jauh lebih bagus.

Dalam koridor niat, Nabi Senantiasa meniatkan minum untuk ibadah. Beliau juga tak pernah alpa mengucapkan basmalah sebelum minum. Aspek ini tentulah sangat positif, hingga manfaat minum bisa didapatkan lahir dan batin. Bahkan sebuah kisah hikmah menyebutkan, jika minuman yang kita minum mengandung zat-zat yang tak baik bahkan racun akan tawar dengan mengucapkan basmallah.

Nabi juga mengajarkan untuk menarik nafas tiga kali terlebih dahulu sebelum minum. Artinya jelas, Nabi tak hanya mengajarkan untuk tenang saat minum, tapi ia juga mengindikasikan agar saat minum tubuh mesti dalam kondisi nyaman. Sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dari Anas bin Malik membenarkan hal ini.

Nabi menarik nafas tiga kali dengan menjauhkan gelas dari mulutnya. Setelah itulah ia meneguk air dengan perlahan dan tidak bernafas saat mulutnya berada dalam gelas. Nabi melakukan ini agar virus yang ada di hidung tidak masuk ke air yang pada akhirnya masuk ke dalam tubuh. Nabi juga melarang meniup air yang masih panas di dalam gelas sebelum diminum dengan alasan yang sama.

Selain itu, Nabi juga mengajarkan minum sambil duduk, sekalipun ada sebuah riwayat menyebut Nabi pernah minum sambil berdiri. Para ulama berpendapat, minum berdiri boleh dilakukan dalam keadaan khusus, tapi yang utama tetaplah minum sambil duduk karena hal itu sangat sesuai dengan sifat minum Nabi.

Lebih dari itu, Nabi juga sangat berhati-hati dan menganjurkan senantiasa menutup tempat minum agar penyakit, kuman, atau virus jahat tidak hinggap di atasnya.

"Tutuplah bejana-bejana dan wadah air! karena dalam satu tahun ada satu malam, ketika itu turun wabah, tidaklah ia melewati bejana-bejana yang tidak tertutup, ataupun wadah air yang tidak diikat, melainkan akan turun padanya bibit penyakit," ujar Nabi sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.
Monday, August 13, 2018

Disadarkan Oleh Sebuah Buku

AkuIslam.ID - Sejak anak pertama overdosis obat yang membuat kepalanya bengkak lantaran penyakitnya tak kunjung sembuh, aku dan suami mudah sekali marah, putus asa, dan selalu menyalahkan Tuhan karena tidak adil kepada kami sehingga shalat pun sering ditinggalkan.

Ilustrasi

Hingga suatu ketika kutemukan sebuah buku yang berisikan tentang ajaran-ajaran Islam saat aku bertandang ke rumah tetangga.

Saat waktu senggang, saya membuka lembar demi lembar dan membacanya dari rumah tetangga. Saya pun tertarik untuk meminjam dan membawanya pulang untuk dibaca di rumah. Suami pun ikut membacanya.

Setelah kami membaca dan hayati isi dan maknanya, Subhanallah, kami sadar akan kekhilafan kami bahwa kami banyak dosa karena tidak bisa menerima cobaan yang Allah berikan kepada kami.

Dari situlah, sedikit demi sedikit kami perbaiki ibadah kami dan memohon ampunan Allah, serta meminta petunjuk kesembuhan anak kami dengan rajin shalat wajib, sunnah juga seperti Dhuha dan Tahajjud, memohon kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup, dan kami terus berusaha membawa berobat anak kami.

Suatu hari, kami bawa anak berobat dengan cara terapi yang alamatnya tidak jauh dari rumah mertua. Jadi untuk sementara tinggal bersama mertua agar saya dekat dan fokus mengobati anak saya.

Dua hari sekali saya bawa anak berobat. Alhamdulillah, dengan sabar, ikhlas, dan tetap tawakal kami menjalaninya, akhirnya anak kami sembuh dan bisa bermain seperti anak-anak sebayanya.

Semoga segala penyakit yang dia derita tidak kambung untuk selamanya, sehingga kami tenang menjalankan ibadah. Amin.

Akibat Membohongi Ibu

AkuIslam.ID - Suatu hari sepulang kerja, aku bersama teman ke sebuah mal untuk shopping. Karena waktu itu pertama kali aku dapat uang, hasil keringatku sendiri.

Ilustrasi

Sebuah sweater merah (jaket cewek) yang cantik dan bagus menarik hatiku. Maka walaupun harganya agak mahal, tapi aku memutuskan untuk tetap membelinya.

Sampai di rumah, aku sembunyikan sweater yang baru aku beli itu. Kupikir, pasti ibu akan menyerbuku dengan beberapa pertanyaan tentang sweater itu; "Beli dimana? Harganya berapa?"

Terbayang wajah ibu yang marah dan kaget mendengar harga sweater itu, maka aku malas memberitahunya.

Esoknya, saat aku bersiap-siap berangkat kerja, aku coba memakai sweater merah baruku di depan cermin, terkagum-kagum aku sampai tidak menyadari ibu sedang memperhatikanku.

"Sweater yang bagus. Kau telah membelinya, Nak?" tanyanya. Dan tanpa pikir panjang kujawab, "Tidak, hanya pinjam dari teman." Akupun bergegas berangkat kerja menggunakan sepeda motor.

Sepulang kerja, di tengah perjalanan ternyata sedang ada perbaikan jalan. Aku mengendarai sepeda motorku sangat hati-hati karena jalannya sangat ramai, licin, penuh ceceran aspal dan motor pun berhimpit-himpitan.

Aku hampir saja menabrak pengendara motor di depanku. Tapi aku langsung mengerem tangan. Tiba-tiba, ban depan terpeleset dan terjatuh di atas jalan yang licin penuh oli dan aspal. Astagfirullah, sweater merah baruku berubah warna menjadi hitam akrena terkena oli dan aspal.

Dan tanpa aku sadar tanganku pun memar-memar. Sampai dirumah kulihat Ibu, dan aku pun menangis malu dan menyesal. Lalu aku ceritakan semuanya kepada Ibu, dan ibu pun telah memaafkanku.

Kini, aku akan lebih berhati-hati dalam berbicara dan berusaha untuk selalu jujur kepada siapapun.

Karma Menganiaya Saudara

AkuIslam.ID - Aku terlahir kembar. Meski memiliki rupa yang sama, namun kami memiliki banyak perbedaan. Aku terlahir dengan banyak kelebihan yang tidak dimilikinya. Awalnya, keadaan itu tak berpengaruh apa-apa, namun ketika kami beranjak remaja perbedaan itu menjadi masalah besar. Ia sangat iri dengan kelebihan yang kumiliki.

Ilustrasi

Suatu ketika, saat aku sedang asyik membaca guna menyiapkan diri menghadapi OSN bidang astronomi, tiba-tiba saudaraku memanggilku berulangkali dengan keras. ia memintaku membuatkan segelas susu untuknya. Awalnya aku menolak, namun ia memaksaku hingga aku mau menuruti kemauannya.

Ketika aku sedang menuangkan air panas ke dalam gelas, tiba-tiba ia datang menghampiriku. Entah sengaja atau tidak, ia jatuhkan gelas itu tepat di atas kedua kakiku. Aku meringis kesakitan. Kedua kakiku luka akibat pecahan gelas tersebut. Setelah menjalani perawatan medis, aku disarankan memakai gips untuk membantu penyembuhan.

Penderitaanku tak sampai di situ. Aku terpaksa mundur dari OSN. padahal aku ingin sekali menjadi tamu kehormatan di museum perbintangan di Bandung, Jawa Barat. Sebab bisa meneropong bintang adalah impianku sejak kecil.

Yang lebih menyakitkan lagi, adikku menggantikan posisiku sebagai peserta. Rasanya aku ingin sekali mengatakan peristiwa pada malam itu kepada kedua orangtuaku. Namun aku lebih memilih diam agar masalah tak datang.

Seminggu kemudian orangtuaku sibuk menyiapkan keperluan adikku. Aku sempat iri melihat keakraban mereka, namun aku coba melenyapkan perasaan itu.

Beberapa hari, tersiar kabar bahwa pesawat yang ditumpangi para peserta OSN jatuh. Tanpa pikir panjang, kami sekeluarga segera berangkat. Sesampainya di lokasi, adikku telah terkapar di rumah sakit. Sekujur tubuhnya penuh luka bakar. Wajahnya banyak goresan luka. Aku sangat prihatin.

Ketika ia sadar dari tidur panjangnya, ia langsung meminta maaf padaku. Ia juga menceritakan peristiwa malam itu pada kami. Awalnya orangtua kami marah padanya, namun berkat pengertianku, mereka mau merelakannya. Alhamdulillah kini aku dan adik menjadi akrab usai kejadian itu.